Hal itu diungkapkan Nury Sybli (38), pendaki yang menemukan Arsini pada Senin (2/1/2017) lalu. Nury mendaki bersama suami dan temannya. Saat ditemukan, kondisi fisik Arsini cukup memprihatinkan. Kulit wajahnya gosong dan mengelupas tersengat panasnya matahari. Sedangkan kakinya bengkak sehingga ia tak kuat berdiri.
Kepada ketiganya, Arsini mengaku mendaki bersama sang kakak lewat Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jabar. Namun, saat berada di lokasi, sang kakak meninggalkannya dengan alasan akan bekerja.
"Katanya ditinggal untuk kerja. Dia (Arsini) suruh nunggu di sini. Kata pendaki lain, (Arsini) gangguan jiwa. Tapi kami lihat lihat normal, dia bisa berkomunikasi dengan baik," ujar Nury ketika dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (4/1).
Penemuan Arsini ini sempat di-share oleh Nury di media sosial dan menjadi viral.
Saat Nury bersama suami dan temannya turun gunung untuk meminta pertolongan, ia mengaku mendapat informasi bahwa Arsini sudah sepekan berada di atas. "Kami sempat bertemu petugas (pengelola Gunung Cermai), katanya (Arsini) sudah seminggu lebih di sini," ia menambahkan.
Berdasarkan informasi terakhir, Arsini sudah dievakuasi pada Selasa sore. Ia sempat mendapat penanganan medis di puskemas setempat sebelum akhirnya dibawa ke rumah sakit. (ern/ern)











































