Penyerangan ini telah mengakibatkan pelajar SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Adnan Wirawan Ardiyanta (16), tewas dan sejumlah pelajar lainnya luka-luka.
Sidang dengan 10 terdakwa ini berlangsung di PN Bantul, Yogyakarta, Rabu (4/1/2017) selama sekitar 4 jam. Terdakwa didampingi orang tuanya karena masih kategori anak-anak. Keluarga korban menunggu hingga sidang usai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kamu itu pelajar, kalau pelajar itu yang terpelajar. Pelajar konyol. Mana tunjukin mukamu. Kamu habis bunuh update Instagram, itu berarti kamu bangga. Tunjukin mukamu," teriak kakak korban di PN Bantul.
Sementara itu, ibu korban terisak tak kuasa menahan tangis. Ibu korban, Sri Lestari, meminta para pelaku dihukum seberat-beratnya. Menurutnya, pengeroyokan yang menyebabkan putranya meninggal tersebut adalah pembantaian. Sebab, anaknya saat itu diserang dari belakang dan sudah terjatuh.
"Ini bukan lagi penyerangan, tapi ini pembantaian yang sudah direncanakan. Anak saya diserang pakai senjata, ditabrak dari belakang dan sudah jatuh. Mereka sudah menyiapkan senjata. Ini bukan kenakalan remaja lagi. Semoga ini yang terakhir, terutama di Yogya," kata Sri Lestari di PN Bantul DIY. (rvk/rvk)











































