Sumarsono Ingin Mars Revolusi Mental Diputar di Acara Formal DKI

Sumarsono Ingin Mars Revolusi Mental Diputar di Acara Formal DKI

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 04 Jan 2017 14:44 WIB
Sumarsono Ingin Mars Revolusi Mental Diputar di Acara Formal DKI
Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/detikcom
Jakarta - Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono mempunyai wacana memutar mars Revolusi Mental dalam setiap acara formal Pemerintah Provinsi DKI. Lagu ini akan diputar setelah lagu Indonesia Raya dimainkan.

"Setiap ada agenda formal, setelah lagu Indonesia Raya akan dilanjutkan dengan lagu mars Revolusi Mental. Setuju?" kata Sumarsono di Ruang Balai Agung, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Pria yang juga akrab disapa Soni ini mengatakan mars Revolusi Mental sudah rutin diputar di daerah lain. Hanya , DKI Jakarta belum pernah menjalankan hal ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di seluruh daerah ini, biasanya sebuah lagu yang selalu dikumandangkan setelah Indonesia Raya yaitu mars Revolusi Mental. Ternyata di DKI, satu-satunya yang belum mengenal mars Revolusi Mental," ungkap Sumarsono.

Sumarsono menceritakan satu peristiwa ketika Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa asing dengan mars Revolusi Mental. Hal ini terjadi ketika akan digelar acara serah-terima jabatan Gubernur DKI Jakarta di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Ketika serah-terima di Kemendagri, Pak Ahok tanya, 'Pak Soni, itu lagu apa?' 'Itu lagu mars Revolusi Mental'. 'Liriknya bagus ya'. Lalu saya bilang, 'Nanti saya sosialisasikan di DKI'. Pak Ahok lalu jawab, 'ya, ya, ya'," cerita Sumarsono berdialog dengan Ahok.

Sumarsono, yang lalu menjabat Plt Gubernur DKI Jakarta, pun menganggap jawaban "ya" dari Ahok sebagai persetujuan sosialisasi. Sebab, saat ini Sumarsono-lah yang sedang menjabat orang nomor 1 di Pemprov DKI.

Ia mengatakan mars Revolusi Mental adalah kebijakan Presiden Joko Widodo. Di beberapa pemerintah daerah, kota, ataupun provinsi, mars ini sudah rutin diputar dalam kegiatan formal.

Sebagai upaya sosialisasi, Sumarsono, yang juga menjabat Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, pun berencana membuat lomba antar satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Menurutnya, lirik lagu yang diciptakan oleh Prof Dr Drs Emaya Surad itu memuat nilai positif.

"Lagu mars ini, yang sudah bisa bernyanyi, baru Badiklat Provinsi DKI Jakarta. Ini sudah dilatih oleh Badiklat Pusat. Daripada sulit-sulit, saya akan sediakan kesempatan lomba antar SKPD lagu mars Revolusi Mental. Nanti jurinya asisten dan deputi," ujar Sumarsono.

Nantinya, lanjut Sumarsono, akan diberikan penghargaan kepada SKPD yang menjadi pemenang lomba. Harapannya, lagu ini akan dihafal dan dipahami PNS Pemprov DKI Jakarta. (jbr/jor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads