Strategi Agus, Ahok dan Anies Membendung Kabar Hoax

Dinamika Pilgub DKI 2017

Strategi Agus, Ahok dan Anies Membendung Kabar Hoax

Niken Purnamasari - detikNews
Rabu, 04 Jan 2017 12:37 WIB
Strategi Agus, Ahok dan Anies Membendung Kabar Hoax
Ilustrasi: Luthfy Syahban/detikcom
Jakarta - Tiga pasang calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI menghadapi masalah serupa menjelang pemungutan suara pada 15 Februari mendatang. Masalah itu adalah terpaan kabar bohong alias hoax yang bisa datang kapan saja.

Bagaimana strategi tiga pasang cagub-cawagub DKI dalam membendung kabar hoax?

Koordinator tim cyber Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, Roy Suryo, mengatakan pihaknya tidak terlalu ambil pusing soal berita hoax.

"Saya dari awal menginstruksikan tim kami untuk tidak perlu terlalu pusing terhadap berita hoax semacam itu. Kami sendiri setiap hari sudah memproduksi energi positif. Kita tak perlu ambil pusing dengan berita hoax, menanggapi berita hoax," kata Roy kepada detikcom, Selasa (3/1/2017) malam.

Menurut dia, saat ini masyarakat telah cerdas dalam memilah dan memilih informasi. Karena itu, timnya tidak perlu repot untuk mengatur strategi dalam menangkal berita hoax yang ada di media sosial.

"Kita tahu bahwa masyarakat cerdas. Masyarakat tahu bisa membandingkan dan baca ini berita benar atau tidak. Kami tidak ambil pusing dan kami tidak merepotkan berita (hoax) semacam itu. Apalagi sekarang ada UU ITE," jelasnya.

Beda lagi dengan tim pemenangan pasangan nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat. Anggota tim sukses Ahok-Djarot bidang media Clara Tampubolon mengatakan pihaknya akan meng-counter berita hoax tersebut dengan memperkuat konten di media sosial.

Konten yang dimaksud adalah kesuksesan kinerja Ahok dalam menata dan membangun Jakarta. "Kami memperkuat konten dengan menampilkan kinerja Ahok-Djarot dan blusukan," kata Clara kepada wartawan, Rabu (4/1/2017).

Artikel-artikel tentang kinerja Ahok-Djarot tersebut kemudian dibuat viral di media sosial oleh tim pemenangan dan relawan. Clara menegaskan timses Ahok-Djarot menghindari penggunaan kata-kata kasar di media sosial.

Tim Anies Baswedan-Sandiaga Uno juga memiliki cara tersendiri untuk membendung kabar hoax. Anggota tim cyber Anies, Geisz Chalifah, mengatakan, untuk menghadapi serangan informasi hoax ataupun kampanye hitam di media sosial, timnya memilih menanggapi dengan gagasan. Mereka juga tidak membalas hal-hal yang bersifat fitnah.

"Kami memberi penjelasan tentang konteks substansi. Kami tidak membalas mereka yang bicara fitnah atau tendensi negatif. Kami tetap memberikan gagasan-gagasan," kata Geisz saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/1/2017).

Selain itu, Geisz mengatakan mendapat titipan pesan dari Anies Baswedan, yakni menjadikan pilkada sebagai edukasi. Karena itu, jika menemukan informasi hoax tentang Anies ataupun Sandiaga, tim akan menjelaskan dengan substansi fakta dan tidak membandingkan dengan info hoax.

"Kalau terjadi berita hoax, kami beri jawaban, tapi tidak lantas memberikan sandingan dengan berita negatif lainnya. Sejak awal Pak Anies bilang, ini bukan sekadar kampanye. Ini adalah masanya kita bekerja bersama menjadikan pilkada sebagai pendidikan politik. Semua lawan adalah teman dalam berdemokrasi," jelasnya. (erd/try)


Berita Terkait