"Kunci sukses penyelenggaraan daerah adalah hubungan DPRD dengan pemda. Kalau di sini disebut eksekutif dan legislatif. Maka langkah pertama saya ke sini bangun komunikasi dan koordinasi," kata Sumarsono di Ruang Balai Agung, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Rabu (4/1/2017).
Pria yang akrab dipanggil Soni itu mengatakan hubungan pemda dengan DPRD harus akur karena kedua lembaga ini menjadi kekuatan inti dalam pemerintah daerah. Akurnya pemda dan DPRD harus didorong oleh persepsi yang positif dengan memberikan kepercayaan yang penuh di setiap lini pemerintahan.
"Karena biasanya kan DKI terlambat. Sudah begitu, ketika terlambat, salah, lalu dicurigai. Itu karena energi kita negatif. Bangsa ini dilanda persepsi negatif. Tapi saya melihat semua memberi kontribusi kepada saya," ujar Sumarsono.
"Saya juga tangkap semua orang baik. Maka saya membenarkan interactive leadership. Semua kekuatan saya rangkul. Kalau minus jadi plus, kalau plus jadi tambah plus. Maka saya tidak boleh curiga, saya beri kepercayaan penuh," jelasnya.
Sumarsono juga memberi apresiasi kepada sejumlah jajaran di Pemprov DKI yang turut serta membantu penyelesaian APBD tepat waktu. Mereka di antaranya Sekda DKI Saefullah dan Kepala Bappeda DKI Jakarta Tuty Kusumawati. (jbr/rna)











































