Konten yang dimaksud adalah menampilkan kesuksesan kinerja Ahok dalam menata dan membangun Jakarta. "Kami memperkuat konten dengan menampilkan kinerja Ahok-Djarot dan blusukan," kata Clara kepada wartawan, Rabu (4/1/2017).
Artikel-artikel tentang kinerja Ahok-Djarot tersebut kemudian dibuat menjadi viral di media sosial oleh tim pemenangan dan relawan. Clara menegaskan timses Ahok-Djarot tidak suka menggunakan kata-kata kasar di media sosial.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kampanye hitam yang dilakukan terhadap Ahok-Djarot, kami juga melakukan klarifikasi di media sosial. Kalau memang sudah keterlaluan, kami lapor ke polisi," kata Guntur saat berbincang dengan detikcom, Jumat (30/12/2016) lalu.
Dia pun mencontohkan sejumlah kampanye hitam yang ditujukan kepada Ahok. Misalnya kasus transkrip video pidato Ahok yang diunggah Buni Yani ke media sosial. Tim Ahok-Djarot menganggap hal itu sebagai kampanye hitam. (erd/van)











































