"Iya betul (sudah meninggal) sekitar pukul 05.00 WIB pagi ini," kata peneliti Indonesia Legal Roundtable (ILR) Erwin Natosmal Oemar saat dihubungi detikcom, Rabu (4/1/2017). Erwin dan Asep adalah rekan yang sama-sama menjadi peneliti senior di ILR.
"Yang bersangkutan terkena stroke 3 hari yang lalu dan kebetulan tidak punya riwayat stroke, kemudian tidak sadarkan diri hari ini sampai dipanggil Yang Maha Kuasa," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asep Rahmat Fajar (tengah) dalam sela-sela Konferensi Hukum Nasional di Jember, pertengahan Desember 2016 lalu. (Andi Saputra/detikcom) |
Semasa hidup, Asep dikenal sebagai sosok yang gigih. Sebagai orang terdekat, Erwin mengatakan, setelah reformasi, Asep memainkan peran cukup penting dalam gerakan pembaruan di Indonesia.
Asep dikenal sebagai pendiri MaPPI, yaitu sebuah lembaga di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) dalam bidang pemantauan peradilan yang bersifat independen. Setelah menyelesaikan masa pendidikannya di UI, Asep melanjutkan studi untuk gelar master ke Spanyol.
Asep Rahmat Fajar (paling kanan) dalam acara di Jember (Andi Saputra/detikcom) |
Saat kembali ke Indonesia pada 2010, ia ditunjuk sebagai juru bicara KY hingga 2014. Lalu dia menempuh pendidikan doktoral jurusan hukum di Belanda dan sejak tahun lalu diminta Kepala Staf Presiden Teten Masduki membantu sebagai staf ahli presiden. (nth/rna)












































Asep Rahmat Fajar (tengah) dalam sela-sela Konferensi Hukum Nasional di Jember, pertengahan Desember 2016 lalu. (Andi Saputra/detikcom)
Asep Rahmat Fajar (paling kanan) dalam acara di Jember (Andi Saputra/detikcom)