"(Sosok Bunyamin) Baik banget, paling 'ngertiin' murid. Kalau namanya 'marahin' murid, menegur murid, pasti minta maaf ke muridnya," kata salah satu murid Bunyamin, Annisa Amalia (16) kepada detikcom di RS dr Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017) malam.
Bunyamin selalu meminta maaf setelah memarahi atau menegur murid-muridnya. Sifat yang demikian membuat Annisa merasa kehilangan sosok pengajar yang rendah hati tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Annisa menjelaskan Bunyamin adalah guru matematika yang khusus mengajar murid jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana tingkat kesulitan dan kerumitan materi pelajarannya melebihi matematika di jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
Namun, Bunyamin dapat membuat materi yang rumit menjadi mudah dimengerti para murid.
"(Pak Bunyamin) Nggak suka mempersulit kita masalah nilai makanya kita ngerasa disayang. Ciri khas dia suka ngelawak kalau ngajar. Misalnya 'Pak, saya nggak ngerti', dia bilang 'Sudahlah dingertiin saja.' Terus sekelas ketawa," tutur Annisa mengingat kenangannya semasa diajar Bunyamin.
Murid lainnya, Patria Adiguna (16) berkata Bunyamin kerap mengajak murid-muridnya bermain pingpong atau bulu tangkis bersama.
"Dia seneng banget main pingpong sama bulutangkis." tuturnya.
Patria dan teman-temannya kini hanya bisa mendoakan guru favoritnyan itu mendapatkan tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa. Ia mengaku tak akan bisa melupakan sosok guru gaul yang disayanginya.
"Selamat jalan Pak Ben. Semua ilmu-ilmu dia akan kita pakai sampai kapanpun dan nggak akan terlupakan, satu-satunya guru paling gaul," pungkasnya Patria. (idh/idh)











































