Guru Al Azhar Korban KM Zahro di Mata Murid: Baik dan Suka Melawak

Kapal Wisata Terbakar

Guru Al Azhar Korban KM Zahro di Mata Murid: Baik dan Suka Melawak

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 03 Jan 2017 20:54 WIB
Guru Al Azhar Korban KM Zahro di Mata Murid: Baik dan Suka Melawak
Foto: Murid-murid Mohammad Bunyamin di RS Polri Kramat Jati (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Mohammad Bunyamin (43), istri dan anak sulungnya meninggal akibat terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express di Muara Angke, Jakarta Utara. Pria yang berprofesi sebagai guru di SMA Al-Azhar 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan ini dikenal sebagai guru yang ramah dan suka bergaul dengan murid-muridnya.

"(Sosok Bunyamin) Baik banget, paling 'ngertiin' murid. Kalau namanya 'marahin' murid, menegur murid, pasti minta maaf ke muridnya," kata salah satu murid Bunyamin, Annisa Amalia (16) kepada detikcom di RS dr Sukanto Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017) malam.

Bunyamin selalu meminta maaf setelah memarahi atau menegur murid-muridnya. Sifat yang demikian membuat Annisa merasa kehilangan sosok pengajar yang rendah hati tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Contoh, 'Kamu kalau bapak lagi jelaskan (pelajaran), jangan apa-apa ngobrol.' Besoknya dia nyapa yang dimarahin, 'Hei kamu maaf ya kemarin Bapak lagi suntuk.' begitu," jelas Annisa sambil menirukan ucapan Bunyamin.

Annisa menjelaskan Bunyamin adalah guru matematika yang khusus mengajar murid jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dimana tingkat kesulitan dan kerumitan materi pelajarannya melebihi matematika di jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Namun, Bunyamin dapat membuat materi yang rumit menjadi mudah dimengerti para murid.

"(Pak Bunyamin) Nggak suka mempersulit kita masalah nilai makanya kita ngerasa disayang. Ciri khas dia suka ngelawak kalau ngajar. Misalnya 'Pak, saya nggak ngerti', dia bilang 'Sudahlah dingertiin saja.' Terus sekelas ketawa," tutur Annisa mengingat kenangannya semasa diajar Bunyamin.

Murid lainnya, Patria Adiguna (16) berkata Bunyamin kerap mengajak murid-muridnya bermain pingpong atau bulu tangkis bersama.

"Dia seneng banget main pingpong sama bulutangkis." tuturnya.

Patria dan teman-temannya kini hanya bisa mendoakan guru favoritnyan itu mendapatkan tempat terbaik di sisi Yang Maha Kuasa. Ia mengaku tak akan bisa melupakan sosok guru gaul yang disayanginya.

"Selamat jalan Pak Ben. Semua ilmu-ilmu dia akan kita pakai sampai kapanpun dan nggak akan terlupakan, satu-satunya guru paling gaul," pungkasnya Patria. (idh/idh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads