"Kita banyak dapat foto panoramic gigi, roentgen gigi, jadi kita bisa cocokkan dengan rekam medis gigi yang kita dapatkan pada pemeriksaan posmortem," ujar Arthur di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017).
Hal itu disampaikan Arthur saat saat jumpa pers penyerahan 5 korban teridentifikasi KM Zahro Express. Dari total 23 korban tewas, sebanyak 11 korban berhasil dikenali dan sudah dikembalikan kepada pihak keluarga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami harap keluarga korban yang belum teridentifikasi untuk memberi info sebanyak-banyaknya, info rekam giginya. Kita mengalami kesulitan data antemortem, masih sangat kurang," kata Arthur.
Dari pantauan detikcom di kompleks rumah sakit, masih banyak keluarga dan kerabat korban yang menanti hasil identifikasi dengan raut wajah cemas.
KM Zahro Express mengalami kebakaran hebat di perairan Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, yang jaraknya 1 mil dari Dermaga Muara Angke, Minggu (1/1/2017). Kapal tersebut beroperasi untuk mengantar penumpang menghabiskan libur akhir tahun di Pulau Tidung.
Data sementara kepolisian mencatat ada 190 penumpang yang berada di atas kapal saat peristiwa nahas itu terjadi.
(dhn/dhn)











































