Teguran Dwiarso berawal saat Ahok menyampaikan keberatannya. Ia meminta majelis hakim menegur pengunjung yang kerap berkomentar menyudutkan dirinya.
"Peringatan terakhir, saya sudah lihat dua kali. Kalau mau menyampaikan aspirasi, di luar persidangan. Di pengadilan, ini fakta hukum," kata Dwiarso dalam persidangan di auditorium Kementerian Pertanian, Jl RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (3/1/2017).
Dwiarso memperingatkan agar pengunjung tak berisik, baik yang pro maupun kontra Ahok.
"Saya ingatkan untuk majelis tidak banyak-banyakan suara karena ini bukan pilkada. Supaya tertib jangan mengomentari baik yang pro atau kontra. Saya ingin sidang ini fokus supaya tidak salah ambil keputusan," tutur Dwiarso. (rna/tor)











































