Para nelayan tersebut berasal dari Rembang, Jepara, Tegal, Pati, dan daerah lainnya. Aksi protes mereka dilakukan dengan membawa spanduk bertuliskan "Pro-Kontra Semen Mung Sandiwara Golek Bathi, Pak Ganjar Ojo Gelem Diapusi, Bantu Nelayan Lawan Susi".
Mereka menyatakan saat ini Gubernur Ganjar Pranowo seolah tersandera urusan pabrik semen di Rembang. Koordinator aksi, Supadi, mengatakan banyak masalah di Jateng yang butuh perhatian lebih dari Gubernur, termasuk soal nelayan.
"Kami minta Gubernur Jateng tidak terjebak mengurusi pro-kontra semen saja, yang hanya sandiwara pertarungan antarperusahaan semen, karena masih banyak masalah, termasuk masalah larangan cantrang yang menentukan hidup-mati nelayan serta berdampak lebih luas," kata Supadi, Selasa (3/1/2017).
Menurutnya, masalah larangan cantrang lebih darurat karena sudah banyak nelayan kena dampak buruk. Ia mencontohkan banyak nelayan yang penghasilannya menurun sampai dikejar-kejar debt collector karena tidak mampu membayar kredit di bank.
"Kami dengar ada perpanjangan lagi larangan cantrang ini atas usaha Pak Ganjar sampai enam bulan, tapi itu belum memuaskan kami. Seharusnya Susi Pudjiastuti (Menteri KKP) tidak memberlakukan larangan cantrang sebelum ada solusi konkret menunjang kesejahteraan nelayan," tegasnya.
Menurutnya, kini nelayan butuh kepastian apakah toleransi penerapan larangan cantrang diperpanjang atau tidak. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jateng Lalu M Syafriadi kepada nelayan mengatakan belum ada landasan hukum terkait perpanjangan tersebut.
"Substansi informasi (perpanjangan toleransi waktu penerapan larangan cantrang) memang benar, tapi legal formalnya belum ada, suratnya belum ditandatangani Menteri Susi," kata Syafriadi.
Sementara itu, Gubernur Ganjar mengatakan tidak melupakan persoalan yang dialami nelayan. Oleh sebab itu, hari Rabu (4/1) besok akan ada pertemuan terkait larangan cantrang dan skema pembiayaan untuk menunjang kehidupan nelayan.
"Besok saya ke Batang ketemu nelayan di sana. Akan ada Dirjen Tangkap dari KKP yang datang dan menjelaskan. Silakan kalau mau ikut datang, kita pecahkan persoalannya sama-sama," pungkas Ganjar. (alg/rvk)











































