Guru-guru SMA Al Azhar Kebayoran Baru Antar Bunyamin ke Pemakaman

Kapal Wisata Terbakar

Guru-guru SMA Al Azhar Kebayoran Baru Antar Bunyamin ke Pemakaman

Audrey Santoso - detikNews
Selasa, 03 Jan 2017 18:53 WIB
Guru-guru SMA Al Azhar Kebayoran Baru Antar Bunyamin ke Pemakaman
Foto: Rekan kerja Bunyamin di RS Polri (Audrey detikcom)
Jakarta - Keluarga besar Sekolah Menengah Atas (SMA) Al Azhar 3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan dipayungi duka mendalam. Salah satu guru mata pelajaran matematika di sekolah mereka, Mohammad Bunyamin (43) beserta istri dan dua anaknya menjadi korban tenggelam Kapal Motor (KM) Zahro di Perairan Teluk Jakarta, Kepulauan Seribu, Minggu (1/1).

Dari pantauan detikcom, sekitar 30-an guru berkumpul di depan ruang pemulasaran RS dr Sukanto Kramat Jati sore ini. Mereka mengikuti proses penyerahan jasad Bunyamin oleh tim forensik. Setelah menerima jasad rekan mereka, para guru berkumpul dan mendoakan Bunyamin. Derai air mata membasahi pipi beberapa guru perempuan.

"Jadi tadi pagi kebetulan di grup Whatsapp anaknya Pak Bunyamin, yang punya teman anaknya rekan mengajar kami, dibahas kalau mereka pergi ke Pulau Tidung hari itu," cerita Syarifah (50) yang sehari-hari menjadi guru Bimbingan Karier SMA Al-Azhar 3 di RS Polri, Jl Raya Bogor, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di grup anak-anak sekolahnya dibahas, 'Itu keluarganya Pak Ben pergi ke sana.' Akhirnya dari grup ke grup tersebar," imbuh dia sambil terisak.

Syarifah berkata selain keluarga inti, 5 anggota keluarga besar Bunyamin juga turut menjadi korban. Ia dan rekan-rekan guru menghimpun data bahwasanya istri dan anak perempuan Bunyamin tewas di lokasi sementara anak laki-lakinya selamat karena lompat ke air.

"Anak laki-lakinya namanya Abdansyah (14), yang meninggal yang sulung namanya Fahira (17)," kata perempuan berkerudung ini sesenggukan.

Syarifah mengatakan saat ini rekan-rekan guru sedang menjemput Abdansyah yang dirawat di RS Tarakan untuk dibawa ke RS Polri Kramatjati guna pengambilan sampel DNA.

"Karena ibu dan kakaknya belum teridentifikasi, jadi supaya makin mudah proses identifikasinya," ucapnya.

Korban selamat dari keluarga besar Bunyamin lainnya adalah 3 keponakan perempuannya, sementara ipar Bunyamin belum diketahui nasibnya. Syarifah melanjutkan, jasad rekan sekerjanya dapat teridentifikasi sore ini karena ia dan guru-guru mengumpulkan foto Bunyamin yang sedang tersenyum lebar.

"Katanya diperlukan data gigi. Kami langsung ke sekolah dan ambil semua fotonya yang kelihatan gigi. Kan kami simpan kalau lagi foto bersama misalnya ada acara sekolah," jelas Syarifah.

Guru-guru SMA Al Azhar Kebayoran Baru Antar Bunyamin ke PemakamanFoto: Kerabat Bunyamin (Cici-detikcom)


Setelah teridentifikasi, jenazah Bunyamin diserahkan Tim Forensik RS Polri Kramat Jati kepada perwakilan keluarga. Rencananya, Bunyamin akan dikebumikan di kampung halaman Majalengka, Jawa Barat.

"Jenazah akan dipulangkan ke Majalengka. Sampai saat ini anaknya sudah bisa diajak bicara tapi belum diberitahukan keluarganya, ayah, ibu dan kakaknya meninggal dunia," tutur Syarifah.

Bunyamin diketahui terakhir mengajar di sekolah pada Rabu, 28 Desember 2016, sebelum akhir masa libur tahun baru tiba. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads