"Hasil identifikasi, rekonsiliasi tanggal 3 Januari 2017. Pertama, ante mortem 007, post mortem 005. Dengan identifikasi sekunder, jenis kelamin perempuan, usia diperkirakan di atas 40 tahun mengenakan sepatu putih, arloji dan baju berwarna merah sebagai Otih Sugiarti, alamat di Bandung," kata Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Dr Arthur Tampi di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017).
Tampi melanjutkan, hasil identifikasi terhadap korban lain yang berhasil dikenali yaitu korban bernama Yeti Herawati. Seorang perempuan berusia 43 tahun asal Bandung. Hal ini dikenali setelah dilakukan identifikasi terhadap korban. Korban ketiga adalah M. Nurdin seorang lelaki berumur 40 tahun asal Depok. Hal ini diketahui dengan adanya gigi yang hilang dan ciri-ciri fisik seorang lelaki berumur 30 sampai 40 tahun dengan tinggi badan sekitar 170 cm.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
"Ante mortem 024 , post mortem 011 dari gigi primer. Melakukan perawatan gigi, ada gigi hilang nomor 16 tambalan sewarna. Ada gigi 3 belum tumbuh sempurna, jenazah perempuan 10 sampai 12 tahun, tingginya 145 cm, sebagai Nazwa Sarla usia 11 tahun, asal Depok," kata Arthur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penyerahan jenazah korban ini, Arthur didampingi oleh Kepala RS (Karumkit) Polri, Brigjen Didi Agus M dan Wakil Kepala RS (Wakarumkit) Polri Kombes Pol Musyafak. Arthur mengharapkan kesabaran kepada para keluarga korban lainnya. Dia meminta adanya dokumen bantuan untuk mempermudah proses identifikasi.
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
"Kepada keluarga korban, mohon kesabaran, semata-mata karena memang kita mengalami kesulitan. Sejak awal sudah kita informasikan bahwa jenazah terbakar 100 persen, yang belum teridentifikasi silakan, mungkin informasi rekam giginya, tadi kita banyak dibantu dengan foto rekam gigi, ada yang perawatan gigi, ada juga foto korban dalam keadaan tersenyum, cocok dengan yang kita cocokkan dengan post mortem. Hal ini sangat membantu," ujar Arthur.
Dengan diserahkannya 5 jenazah kepada keluarga korban, berarti ada sebanyak 11 jenazah perempuan dan 1 korban yang belum diketahui jenis kelaminnya masih dalam proses identifikasi oleh pihak kepolisian. Sebelumnya, pada Minggu (1/1) KM Zahro yang menuju Pulau Tidung terbakar di laut dan mengakibatkan 23 korban tewas. (jbr/rvk)












































Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom
Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom