"Kita sebagai tim trauma healing bagi keluarga korban dan korban yang selamat. Biasalah, peristiwa yang mendadak menimbulkan peristiwa traumatis. Keluarga ini kan pengen melihat, tapi tahu sendiri kalau korban kecelakaan ini wujudnya seperti yang tidak diharapkan. Biasanya kita membantu keluarga untuk siap melihat atau tidak," kata Kabag Psikologi Polda Metro Jaya AKBP Hary Prasetya saat ditemui di RS Polri, Selasa (3/1/2017).
Tim trauma healing itu terdiri dari 10 personel. Mereka memiliki kemampuan mendampingi para korban atau keluarga korban untuk menghadapi musibah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengatakan trauma healing tidak hanya dibutuhkan para korban dewasa, tapi juga anak-anak. Namun, menurutnya, ada perbedaan perlakuan yang diterapkan untuk anak-anak.
"Intinya, kita memberikan kekuatan mental, kekuatan psikologis. Ya beda, bahkan untuk yang dewasa yang satu dan yang lain juga berbeda," kata Hary.
KM Zahro Express terbakar pada Minggu (1/1) pagi dan mengakibatkan 23 orang tewas. Polisi pun telah menetapkan nakhoda M Nali (51) sebagai tersangka. Saat ini Nali masih diperiksa secara intensif di Direktorat Polair Polda Metro Jaya. (dhn/tor)










































