Menurut Kepala Humas RS Polri AKBP Luh Ike Kristiani, data antemortem yang dimaksud mulai foto hingga properti yang kerap dipakai korban.
"Saat ini kurangnya data antemortem, foto dia, kita ketemu jam yang melekat misal di tangan. Ada enggak foto dia pakai jam itu, HP mereknya apa. Properti juga, walaupun HP tidak mendukung, itu salah satu data juga yang bisa dicocokkan, tapi data scientific, ilmiah, tidak mengira-ngira," kata AKBP Ike di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita punya WhatsApp Group ya buat keluarga. Kita juga proaktif, mereka meninggalkan nomor telepon. Kita juga kemarin tanya kebutuhan mereka, kita layani. Kalau data bisa dikirim ke grup ya sudah, kalau masih kurang, kita tanya kembali," ujar Ike.
Sebanyak 23 orang menjadi korban tewas dalam insiden yang terjadi pada 1 Januari 2017 itu. Jumlah jenazah yang dibawa ke RS Polri ada 22 orang, satu sisanya langsung dibawa pulang keluarga melalui RSCM. (rna/tor)










































