Pasca Aksi Demo Massal, Jepang Serukan Dialog dengan Cina
Senin, 11 Apr 2005 14:16 WIB
Jakarta - Hubungan antara Cina dan Jepang memanas. Pemerintah Jepang menyerukan adanya dialog dengan pemerintah Cina untuk memastikan hubungan kedua negara tidak semakin memburuk, menyusul aksi protes anti-Jepang massal di ibukota Beijing.Sebelumnya, pemerintah Jepang memanggil Duta Besar (Dubes) Cina untuk Tokyo dan menuntut kompensasi dan permintaan maaf atas demonstrasi Kedutaan Besar (Kedubes) Jepang di Beijing itu. Dalam insiden itu, Kedubes negeri Sakura itu dilempari dengan botol-botol dan kaleng. Sebuah restoran Jepang di Beijing juga diserang sekelompok orang tak dikenal. Para warga Cina mengadakan aksi unjuk rasa itu untuk memprotes masa-masa dulu perang Jepang. Massa juga mengritik upaya Jepang untuk mendapatkan kursi keanggotaan tetap di Dewan Keamanan PBB.Sekretaris Kabinet Kepala Hiroyuki Hosoda, juru bicara pemerintah Jepang, menyatakan bahwa inilah saatnya bagi kedua negara untuk berupaya tenang."Kami telah bekerja keras untuk mencegah saling kesalahpahaman bertambah," ujar Hosoda. "Kami ingin memonitor perkembangan." imbuhnya.Menteri Luar Negeri Jepang Nobutaka Machimura menurut rencana akan berkunjung ke Beijing pekan ini untuk meredakan ketegangan kedua negara.
(ita/)











































