Saat Ahok menyusuri satu gang di kawasan Cilincing, seorang ibu datang menghampirinya. Dia mengaku bekerja sebagai pekerja harian lepas (PHL) untuk membiayai kehidupannya. Namun dia diberhentikan dari pekerjaannya dengan alasan umur.
"Pak, saya kerja kan sudah tiga tahun, nggak pernah mangkir, nggak apa. Di Pegangsaan Dua, saya masukin lamaran, nama saya nggak ada (diberhentikan dari pekerjaan). Padahal butuh biaya buat bayar kontrakan, buat makan," ungkap perempuan ini, Senin (2/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rajin. Lihat di Pegangsaan Dua," jawab perempuan ini.
Ahok pun kembali menanyakan alasan pemberhentian perempuan itu. Umur yang tak lagi muda menjadi alasan yang dia sampaikan kepada Ahok.
"Masalah umur, Pak. Saya umur 51, tapi masih kuat kerja," kata perempuan itu.
Air mata tak terbendung. Wanita yang curhat kepada Ahok ini menangis. "Saya butuh makan," ungkapnya sambil tersedu.
Melihat hal itu, Ahok memerintahkan asisten pribadinya mencatat nomor ponsel perempuan tersebut untuk melakukan tindak lanjut di kemudian hari.
"Catat. Catat HP-nya. Catat ayo," perintah Ahok kepada asisten pribadinya. Setelah itu, Ahok kembali melanjutkan perjalanannya untuk menyusuri wilayah di Cilincing. (nkn/dnu)










































