DetikNews
Senin 02 Januari 2017, 15:58 WIB

Kemdikbud Percepat Pemulihan Sekolah yang Rusak karena Gempa di Pidie Jaya

Ahmad Toriq - detikNews
Kemdikbud Percepat Pemulihan Sekolah yang Rusak karena Gempa di Pidie Jaya Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy kembali melakukan kunjungan ke Aceh, Minggu (1/1) kemarin. Ini merupakan kunjungan ketiga kalinya sejak gempa di Pidie Jaya pada 7 Desember 2016.

Kunjungan tersebut dimanfaatkan Mendikbud untuk memastikan sekolah-sekolah yang dibangun, baik secara darurat maupun permanen, bisa digunakan saat mulai masuk sekolah usai liburan semester.

"Saya ingin memastikan agar sekolah darurat segera beroperasi sehingga lusa, tanggal 3 Januari, sudah bisa digunakan untuk aktivitas belajar," ujar Muhadjir dalam siaran pers yang diterima redaksi detikcom, Senin (2/1/2017).

Sebelumnya, Mendikbud meminta pejabat terkait untuk datang lebih dulu ke Aceh. Mereka ditugaskan memantau beberapa titik yang memerlukan perhatian. "Kali ini liburan tahun baruannya kita tunda dulu supaya anak-anak kita bisa sekolah," lanjutnya mengulang kembali kata-katanya kepada para pejabat Kemdikbud.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini dijadwalkan mengunjungi beberapa sekolah setelah pagi hari ini rapat dengan jajaran Kemdikbud, dinas pendidikan, dan pemerintah setempat di Pidie Jaya.

Beberapa sekolah yang akan dikunjungi antara lain SDN Jiem Jiem, SMPN 3 Bandar Baru di Kabupaten Pidie Jaya, SDN Jalan Rata Bandar Baru, SMK Bandar Baru, SMK Kesehatan Putro Nanggroe, SDN Tampui dan SMPN 4 Trienggading, serta SMAN 1 Trienggading.

Revitalisasi sekolah terdampak bencana menjadi prioritas Kemdikbud sudah ditetapkan oleh Muhadjir. "Komitmen kami untuk memperbaiki sekolah yang rusak akibat bencana sudah saya perintahkan 2 hari pascagempa. Ini tinggal memastikan semua berjalan sesuai target," tegasnya.

Hasil pemantauan tim Kemdikbud terkait kerusakan sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan yaitu terdapat 65 sekolah yang mengalami kerusakan, terdiri atas 35 sekolah dasar (SD), 11 sekolah menengah pertama (SMP), 13 sekolah menengah atas (SMA), dan 6 sekolah menengah kejuruan (SMK). Selain itu, terdapat juga 81 fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mengalami kerusakan sarana dan prasarana dengan tingkat rusak sedang dan berat.

Mendikbud memaparkan rencana pemenuhan kebutuhan bantuan untuk merehabilitasi dan merevitalisasi sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan yang rusak akibat gempa dengan total anggaran sekitar Rp 68,2 miliar, dengan rincian pada tahun 2016 disalurkan sebesar Rp 25,8 miliar, dan tahun anggaran 2017 dialokasikan sebesar Rp 42,4 miliar.
(tor/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed