Para pelaku disebut polisi sebagai geng 'Korea Utara'. Mereka adalah Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfin Sinaga, dan Ius Pane. Polisi menyebut geng perampok itu sebelumnya tak pernah melukai korbannya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menyebut Ramlan cs biasanya hanya melakukan kekerasan verbal kepada korban-korbannya. Namun memang mereka biasa menyekap korban di kamar mandi.
"Kelompok ini sebenarnya tidak pernah melukai, hanya verbal bentak-bentak saja dan pasti ngikat pakai tali sepatu atau rafia atau lakban, kemudian dimasukkan ke satu tempat, misalnya toilet atau kamar," ujar Argo kepada detikcom, Senin (2/1/2017).
Pada kejadian di Pulomas, menurut Argo, sebenarnya para perampok juga tak berniat membunuh korban. Namun mereka tak tahu bahwa kamar mandi berukuran 2 x 1 meter yang dijadikan tempat menyekap itu tak punya ventilasi. Sehingga 6 dari 11 orang yang disekap meninggal.
"Dia nggak tahu nggak ada ventilasi, mikirnya ada keluarga yang pulang terus bakal nyelametin," ujar Argo.
Akibat penyekapan oleh Ramlan cs, 6 orang tewas, yaitu Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir), dan Tarso (40) (sopir).
Lima korban lainnya selamat dan dirawat di RS Kartika Pulomas. Kelimanya adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23). (tor/tor)











































