Istri Masduki Belum Diketahui, Anak dan Menantu Sekeluarga Terluka

Kapal Wisata Terbakar

Istri Masduki Belum Diketahui, Anak dan Menantu Sekeluarga Terluka

Baban Gandapurnama - detikNews
Senin, 02 Jan 2017 11:19 WIB
Istri Masduki Belum Diketahui, Anak dan Menantu Sekeluarga Terluka
Pemakaman Masduki di TPU Cikutra Bandung, Senin 2 Januari 2017 (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)
Bandung - Duka menyelimuti keluarga besar Masduki Mangkudisastra (75), warga Kota Bandung, Jawa Barat, yang menjadi salah satu korban meninggal akibat insiden terbakarnya kapal wisata KM Zahro Express di perairan Muara Angke, Jakarta Utara. Satu keluarga yang totalnya tujuh orang, terdiri atas Masduki bersama istri, anak dan menantu, serta tiga cucu berencana liburan tahun baru di Pulau Tidung. Mereka memesan tiket wisata Pulau Tidung melalui layanan online.

Jenazah Masduki dikebumikan di TPU Cikutra, Kota Bandung, Senin (2/1/2017), sekitar pukul 08.00 WIB. Otih Sugiati, istri Masduki, diduga termasuk daftar korban meninggal yang masih dalam proses identifikasi. Sedangkan Irna Winartin (anak Masduki), Zainal Arifin (suami Irna), serta dua anaknya, Dinandra Arsy dan Kiflano Hazman, menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, karena luka-luka. Satu lagi anak Irna, yaitu Hasbi Adelio Ramadan, yang luka ringan, sudah dibawa ke Kota Bandung.

"Orang tua saya itu rencananya jam enam pagi (Minggu kemarin) akan melakukan wisata ke Pulau Tidung bersama anaknya yang paling besar (Irna) dan suami (Zaenal) serta ketiga anaknya. Jadi rombongan semuanya ada tujuh orang," ucap Irfan, anak ketiga Masduki, sewaktu ditemui setelah menghadiri pemakaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Irfan, rombongan keluarganya tersebut berangkat dari Kota Bandung ke Jakarta pada Jumat, 30 Desember 2016. Mereka sempat bermalam di Jakarta sebelum naik kapal untuk berwisata ke Pulau Tidung.

"Kata kakak (Irna) saya, tiketnya dipesan melalui website. Saya lupa namanya," ucap Irfan.

Pada Minggu pagi (1/1) kemarin, Irfan, yang berada di Kota Bandung, mendapat kabar bahwa kapal yang ditumpangi orang tuanya terbakar. Hari itu juga Irfan bergegas pergi ke Jakarta.

Masduki merupakan korban yang tenggelam setelah tercebur ke laut. Jenazahnya berhasil teridentifikasi.

"Kebetulan memang ayah saya ini yang paling cepat ketemu. Namun (kondisinya) sudah diambil oleh Allah," ucap Irfan.

Irfan hingga kini masih menunggu kabar dari pihak berwenang terkait dengan nasib ibunya, Otih. "Lima keluarga saya lainnya selamat, mereka loncat (ke laut). Ada kabar sudah diketemukan satu orang wanita bernama Dinandra. Sebetulnya Dinandra itu adalah anak kakak saya yang selamat. Mudah-mudahan ibu saya memegang identitas cucunya itu. Sementara menurut Diandra, ibu (Otih) tidak mau loncat. Jadi kemungkinan ibu terbakar di kapal," ucap Irfan.

Meski begitu, Irfan tetap menunggu hasil proses identifikasi oleh polisi. "Saya sudah diambil DNA. Mudah-mudahan, dalam waktu cepat, Jumat ini pihak dari kepolisian sudah ada hasil untuk identifikasi apakah betul itu ibu saya atau bukan," tutur Irfan. (bbn/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads