"Harus dicek dulu oleh kita. Saya harus cek. Kalau petugas resmi kami datang pasti ada ID card dan surat tugas. Pemilik rumah harusnya tanya dulu. Kalau dari Bawaslu ada ID card-nya nggak? Nggak mungkin petugas kita sembarangan melakukan hal itu," kata Ketua Bawaslu DKI Mimah Susanti saat dihubungi detikcom, Senin (2/1/2017).
Mimah mengatakan seharusnya warga bisa aktif dan kritis ketika ada pihak yang memberi atribut Pilkada. Bukan asal menerima dan melakukan protes saja. Identitas dari pihak tersebut juga harus diketahui jelas agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penuturan Tetty, ia didatangi perempuan yang mengaku sebagai petugas dari kelurahan untuk pendataan pemilih Pilgub DKI 2017. Setelah itu, petugas mencatat nama Tetty dan sang ayah di balik stiker. Setelah bagian belakang stiker yang berisi data namanya dilepas, stiker itu ditempel di kaca jendela rumah Tetty.
Stiker yang ditempel di rumah Tetty. Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom |
Ternyata stiker tersebut bergambar pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni. Tetty sempat berdebat dengan perempuan tersebut karena dia tidak akan memilih pasangan nomor urut 1 itu. Selain stiker, perempuan itu memberikan kalender bergambar Agus-Sylvi.
Protes Tety itu dituangkan dalam status di Facebook. Setelah ia mem-posting, ada seseorang dari Bawaslu datang ke rumahnya di Kelurahan Balekambang, Kramatjati, Jakarta Timur, pada Sabtu (31/12/2016) malam, sekitar pukul 20.00 WIB. (nkn/tor)












































Stiker yang ditempel di rumah Tetty. Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom