Dengan demikian, kelaikan kapal-kapal itu akan lebih terkendali. Operasionalisasi kapal juga tak akan lagi jor-joran sehingga membahayakan keamanan. Bila bus dibayar dengan sistem rupiah per kilometer, maka kapal akan dibayar rupiah per mil.
"Kami sedang siapkan sistem kapal 'per mil' seperti konsep TransJakarta agar semua standar bisa sama dan kami kendalikan," kata Ahok saat berbincang dengan detikcom, Minggu (1/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gubernur Jakarta nonaktif ini mengaku tak tahu menahu perihal detail persitiwa dan penyebab kecelakaan kapal itu. Namun dia menyoroti kapasitas pengangkutan kapal yang sering dilanggar.
"Kapasitas sering melampaui. Mungkin terjadi lonjakan akibat liburan?" kata Ahok bertanya-tanya.
Baca juga: Resmikan Kapal Perintis, Jonan dan Ahok Harap Ekonomi Kepulauan Seribu Meningkat
Namun demikian, kini menurutnya sudah lebih baik. Selain itu, dia juga ingin Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara yang dioperasikan PT Pelni ditambah jumlahnya. Itu demi lalu lintas daratan Jakarta-Kepulauan Seribu yang lebih baik.
"Kapal Sabuk Nusantara baru satu. Seharusnya nambah satu lagi," kata Ahok.
Soal tragedi kapal wisata itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Sumarsono menjelaskan ada 22 korban meninggal dunia. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan korban kebakaran kapal itu berjumlah 23 orang meninggal dunia.
(dnu/jor)











































