Tulus mengatakan, peran Syahhbandar dalam kejadian ini harus diusut tuntas. Pasalnya kapal tersebut diketahui berlayar dengan jumlah penumpang yang melebihi kapasitas.
"Ini harus diusut peran Syahbandar, mengapa kapal wisata tersebut bisa beroperasi dengan jumlah penumpang yang ada. Penumpang ada 230, kemudian penyediaan pelampung hanya ada 100, yang lain pakai apa? Kan kekurangan pelampung. Peran Syahbandar tidak ada di sini. Atau jangan-jangan bermain mata dengan kapal bersangkutan?" kata Tulus saat berbincang dengan detikcom, Minggu (1/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tulus juga meminta kepada petugas berwenang untuk lebih ketat melakukan pengawasan sarana transportasi. Terlebih, alat transportasi wisata yang mendapat bayaran dari penumpang.
"Kalau kapal wisata saja pengelolaannya seperti ini, bagaimana dengan kapal non wisata? Atau kapal perintis di non pinggiran sana?" katanya.
"Penumpabng bayar, tapi tidak dilengkapi dengan standar keselamatan yang memadai. Kan jumlah penumpang harus sesuai dengan jumlah pelampung. Pengawasan kletat dari hulu mulai perizinan operasional di lapangan, penagwasan selama ini, izin nahkoda dan segala macam harus diperketat. Jadi jangan berhenti di urusan polisi, urusan kasus hukumnya saja," tambahnya.
(jor/ams)











































