Direktur Jenderal Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono menejelaskan hal ini dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (1/1/2017).
Dia menjelaskan kapal yang hendak menuju Pulau Tidung Kepulauan Seribu itu mengangkut 184 orang, termasuk enam orang anak buah kapal (ABK). Adapun kapasitas kapal adalah 285 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah 184 orang tersebut, penumpang selamat dinyatakan sebanyak 130 orang. Korban meninggal dunia sebanyak 23 orang. Adapun korban luka-luka tersebar di sejumlah rumah sakit, antara lain RS Atma Jaya ada 22 orang, di RS Pelabuhan Tanjung Priok 2 orang, RS Pluit tujuh orang. Namun ada 20 orang yang belum teridentifikasi.
"Ungkapan bela sungkawa kepada seluruh korban terbakarnya kapal penumpang KM Zahro Express," ucapnya.
(dnu/dnu)











































