Muhidin bersama dua anaknya, Ridwan (26) dan Alfiansyah (20), berhasil menyelamatkan diri dari peristiwa tersebut. Saat itu, Muhidin sudah mendapat pelampung yang sedianya diberikan kepada istrinya. Namun, suasana kepanikan di dalam kapal membuat dirinya berpisah dengan sang istri.
"Saya enggak mau lompat meskipun saya sudah pegang pelampung, asap sudah menghitam, seluruh ruang kapal sudah gelap," ujar Muhidin sambil meneteskan air mata di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (1/1/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria 60 tahun asal Kampung Sukamantri, Cikarang, Kabupaten Bekasi itu sudah mencari di RS Atma Jaya Pluit, Jakarta Utara. Namun berdasarkan data yang ada, nama Ai Kusminar tak ada di papan nama korban selamat yang sedang menjalani perawatan.
"Saya tadi cukup lama di RS Atma Jaya mencari isteri saya, tapi belum ketemu. Saya lihat nama data korban yang ada di papan itu tidak ada nama isteri saya," ujarnya sambil menunduk.
Saat berada di depan ruangan CT Scan Post Mortem RS Polri Kramatjati, dirinya diarahkan oleh petugas untuk melakukan pendataan di Posko Ante Mortem bagi para keluarga korban kapal tenggelam yang tengah mencari keberadaan anggota keluarganya.
"Saya melakukan pendataan di posko, Semoga saja ada keajaiban untuk istri saya," imbuhnya.
Awalnya, Muhidin bersama keluarganya berniat berlibur di Pulau Tidung , Kepulauan Seribu. Mereka bertolak dari Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara. Namun, kapal yang ditumpangi Muhidin tersebut terbakar tepatnya 1 mil arah barat dari Dermaga Muara Angke sekitar pukul 09.24 WIB pagi tadi. (idh/ega)











































