"Sampai sore ini kami masih mengumpulkan data-data. Dari penumpang diceritakan berawal dari kamar mesin, terus api cepat membesar dimulai dari muncul asap," ujar Seorjanto di Muara Angke, Minggu (1/1/2017).
Soerjanto belum bisa berkomentar banyak mengenai penyebab kejadian ini. Termasuk mengenai adanya anggapan bahwa kapal tersebut kelebihan beban muatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kenyataanya setelah saya tanya, ada sekitar 200-an penumpang. Jadi memang ada perbedaan manifest dengan penumpang yang di kapal," kata Soerjanto.
"Idealnya ya sesuai dengan di manifes. Manifesnya 100 tapi kenyataannya berbeda," sambung Soerjanto.
Soerjanto sedang menelusuri mengapa sampai bisa ada beda pencatatan dua kali lipat. Dia ingin ke depannya pecatatan lebih diperhatikan.
"Ini yang infonya kenapa bisa itu terjadi. Ke depan supaya lebih ditingkapkan pencatatan itu," ujar Soerjanto. (fjp/fjp)











































