Ius Pane Minta Turun di Terminal Amplas, Tapi Tak Diizinkan Sopir

Ius Pane Minta Turun di Terminal Amplas, Tapi Tak Diizinkan Sopir

Jefris Santama - detikNews
Minggu, 01 Jan 2017 19:41 WIB
Ius Pane Minta Turun di Terminal Amplas, Tapi Tak Diizinkan Sopir
Foto: Eddy Prasetyo di Pool Bus ALS Medan (Jefris Santama/detikcom)
Jakarta - DPO kasus perampokan sadis di Pulomas, Jakarta Timur, Ius Pane, dibekuk saat turun dari bus ALS di Medan, Sumatera Utara (Sumut) pagi tadi. Salah seorang saksi mata, Eddy Prasetyo mengatakan, ada 6 hingga 7 personel kepolisian yang menyergap Ius Pane.

"Dia (Ius Pane) datang dengan bus ALS nomor pintu 333 tujuan Bogor-Medan," kata Eddy saat ditemui di Pool Bus ALS Medan, Minggu (1/1/2017).

Perjalanan Bogor-Medan memakan waktu 3 hari 4 malam. Sebelum tiba di Pool bus ALS di Jalan Sisingamangaraja, Ius meminta untuk turun di wilayah terminal Amplas, Medan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mau turun di Amplas, kata sopir enggak bisa turun di tengah jalan, harus turun di Pool bus. Rencananya Ius mau ke Belawan," kata Eddy yang merupakan kepala sekuriti di Pool Bus ALS Medan itu.

Sementara itu, polisi sudah menanti kedatangan bus yang mengangkut Ius Pane. Sekitar pukul 08.05 WIB tadi, bus tersebut tiba.

"Rekan kerja saya nanya, kok ada ramai-ramai," sambungnya.

Sebagai petugas keamanan di pool, Eddy kemudian mengecek kejadian apa yang sedang terjadi. Eddy awalnya mengira ada penangkapan terkait kasus narkoba.

Menurutnya, Ius Pane tidak melakukan perlawanan saat ditangkap. "Kemudian saya arahkan ke pos sekuriti," ujarnya.

Polisi menginterogasi Ius Pane di pos sekuriti sekitar satu jam dan langsung membawa Ius Pane dengan menggunakan sebuah mobil.

"Salah seorang polisi memberitahu saya kalau yang diamankan itu adalah pelaku yang merampok di Pulomas, Jakarta itu," kata Eddy.

(idh/ega)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads