Posisi Sekjen PAN, Didik Rachbini Dikalahkan Kubu Hatta

Posisi Sekjen PAN, Didik Rachbini Dikalahkan Kubu Hatta

- detikNews
Senin, 11 Apr 2005 13:23 WIB
Jakarta - Dalam rapat tim formatur, nama Didik J Rachbini sempat diusulkan untuk menduduki posisi sekretaris jenderal (sekjen). Namun, akhirnya formatur memilih Zulkifli Hasan (kubu Hatta Rajasa) dan Didik diberi jatah sebagai salah seorang ketua DPP PAN. Demikianlah kabar yang beredar di kalangan politisi PAN setelah sebagian kepengurusan DPP PAN diumumkan. Sampai penutupan kongres, Senin (11/4/2005), Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir hanya bisa mengumumkan sebagian kepengurusan PAN. Kepengurusan DPP PAN secara lengkap akan disusun paling lambat 30 hari setelah kongres. Menurut salah seorang peserta kongres PAN, sebenarnya dalam formatur, nama Didik J Rachbini sempat dimunculkan sebagai sekjen DPP PAN 2005-2010. Salah satu pendukung Didik adalah AM Fatwa. Alasannya, Didik meraih posisi ketiga dalam pemilihan ketua umum PAN pada Minggu (10/4/2005) kemarin, setelah Soetrisno Bachir dan Fuad Bawazier. Selain itu, Didik juga dinilai sebagai kader PAN yang cukup populer dan memiliki daya intelektual yang bagus. Faktor popularitas Didik dinilai akan bisa melengkapi Soetrisno Bachir sebagai ketua umum, yang selama ini memang kurang populer. Duet Soetrisno-Didik dalam memimpin PAN diyakini akan bisa meningkatkan daya saing PAN dalam pemilu 2009. Faktor usia Didik yang masih relatif muda juga dijadikan alasan lainnya. Dengan usia yang masih relatif muda, Didik dinilai masih enerjik untuk mengurus partai. Tapi, alasan-alasan yang dikemukakan untuk menaikkan Didik di posisi sekjen ternyata tidak bisa diterima sepenuhnya oleh formatur. Salah satu alasan yang digunakan untuk mengcounter alasan-alasan menjadikan Didik sebagai sekjen adalah karena Didik berasal dari Jawa. "Sesuai yang sudah menjadi tradisi di DPP PAN selama ini adalah pemerataan. Bila ketua umum berasal dari Jawa, maka sekjennya berasal dari Jawab. Duet Amien-Hatta kemarin kan seperti itu. Karena itu, karena SB (Soetrisno Bachir) berasal dari Jawa, maka sekjen harus berasal dari pulau Jawa. Ini yang dijadikan alasan untuk menolak Didik," kata sumber tersebut. Karena itulah, kata sumber itu, akhirnya yang dipilih adalah Zulkifli Hasan. Meski Zulkifli - kini anggota DPR - masih kurang populer dibanding Didik, namun berasal dari Sumatera Selatan. Dengan demikian sudah klop, SB dari Jawa, Zulkifli Hasan dari luar Jawa. Namun, kata sumber itu, sebenarnya yang jadi semangat untuk penolakan Didik, adalah karena sudah deal antara Hatta Rajasa dengan SB. Sebelum mundur dari pencalonan dan bergabung SB, Hatta sudah mensyaratkan bahwa posisi sekjen diberikan kepada kubunya. "Dan Zulkifli Hasan ini adalah salah seorang tim sukses Hatta," jelas sumber itu. Akhirnya, Didik Rachbini pun mengalah. Didik tetap diposisikan sebagai salah seorang ketua DPP. Dalam kepengurusan DPP PAN 2000-2005, Didik juga menempati posisi yang sama. (asy/)


Berita Terkait