40 Ribu Orang Padati Pantai di Sukabumi, Waspada Ombak Tinggi!

40 Ribu Orang Padati Pantai di Sukabumi, Waspada Ombak Tinggi!

Syahdan Alamsyah - detikNews
Minggu, 01 Jan 2017 10:18 WIB
40 Ribu Orang Padati Pantai di Sukabumi, Waspada Ombak Tinggi!
Foto: Pantai di Sukabumi berombak tinggi dan bahaya (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Tak kurang dari 40 ribu pengunjung memadati sejumlah titik wisata pantai di Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. Informasi yang diberikan Polres Sukabumi, mayoritas pengunjung berasal dari Bogor, Bandung dan Jakarta.

"Pengunjung dari sejumlah wilayah di Sukabumi juga ada, hasil laporan dari personil tak kurang dari 40 ribuan wisatawan tersebar di Palabuhanratu, Cisolok, Ujung Genteng, dan Ciemas," kata Kapolres Sukabumi AKBP M Ngajib, kepada detikcom sekira pukul 08.46 WIB, Minggu (1/1/2017).

Untuk jumlah petugas keamanan pantai sendiri polisi mempersiapkan 50 personel memantau pantai yang bertugas memberikan imbauan ke pengunjung agar mematuhi rambu larangan berenang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jumlah petugas memang tak sebanding dengan pengunjung yang datang, namun mereka berjalan kaki susur pantai sambil membawa pengeras suara. Tapi kami tak memungkiri masih saja ada yang nekat berenang, padahal saat ini situasi ombak memang sedang tinggi dibeberapa tempat," lanjut Ngajib.

Sementara itu, dihubungi terpisah Koordinator Pos SAR Basarnas Sukabumi Aulia Solihanto menyebut jika saat ini ketinggian ombak mencapai 4 meter.

"Sangat berbahaya dan tidak bersahabat, sejak sore kemarin hingga pagi ini sudah ada enam kejadian wisatawan terseret. Namun semuanya berhasil diselamatkan tim SAR gabungan," jelasnya.

Untuk personel sendiri selain Basarnas, ikut membantu PMI Kabupaten Sukabumi dengan Ambulans Sepeda, Polres Sukabumi, serta sejumlah Sukarelawan Potensi SAR.

"Kepada pengunjung agar selalu memperhatikan arahan dan peringatan dari petugas serta mematuhi peraturan yang ada di pantai, dan jangan sekali-kali berenang membelakangi ombak demi keamanan masing-masing," tandasnya. (dnu/dnu)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini