"Karena hubungan agama dan negara ini sangat dinamis. Antara penyelenggara negara dan ulama. Hubungan agama dan negara saling mengimbangi dan mengontrol," kata Menag Lukman dalam acara Zikir Nasional di masjid At Tin, TMII, Jakarta Timur, Sabtu (31/12/2016) malam.
"Karena penyelenggara negara bisa bertindak di luar batas tanpa agama. Karena kekuasan cenderung membuat seseorang korup maka di situ ada kontrol melalui tokoh-tokoh agama," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada bangsa kalau baik dua elemen ini, maka bangsa baik. Kalau salah satu tidak baik akan bangsa akan ikut tidak baik. Yang dua itu adalah ulama dan umaro (pemimpin)," ujar Menag.
Lukman menuturkan agar masyarakat Indonesia selalu merefleksi kekurangan di masa lampau. Hal tersebut penting untuk menyongsong tahun yang lebih baik.
"Kita bersyukur kita diingatkan, kita melakukan refleksi untuk apa saja yag sudah dilakukan untuk 2016 dan komitmen apa yang akan kita bangun di 2017 mendatang. Hari esok harus lebih baik dari hari ini," tuturnya. (fdu/rna)











































