Kedua orangtuanya Sutrisno (34) dan Sri Kanthi Prihatin (34) menjadi korban kecelakaan lalu-lintas di Jl Magelang Km 5 Mlati, Sleman pada hari Kamis (22/12).
Warga Kampung Mancasan, Wirobrajan ini meninggal dunia akibat kecelakaan tertabrak mobil yang dikendarai oleh Herman (45) warga Kupang, NTT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Bagus Kurniawan/detikcomDonatur Bantu Wildan yang Orangtuanya Tewas Tertabrak Mobil |
Syaqif yang berumur 4 bulan saat kejadian selamat namun mengalami luka berat di bagian kepala. Dia mengalami luka parah dan tak sadarkan diri saat ibunya Sri Kanthi terjatuh dan terlempar beberapa meter dari sepeda motor saat tertabrak mobil yang dikendarai Herman.
Hingga kini kondisinya masih dirawat intensif di Gedung Bedah Sentral Terpadu (GBST) lantai 3, RS Dr Sardjito. Wildan dan pamannya Kantun Basuki selama lebih kurang 9 hari terus menungguinya.
"Alhamdulillah sudah ada kemajuan perkembangan kesehatan dari adik Syaqif. Kami terus memantau perkembangannya. Mohon doanya agar kami sekeluarga diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Basuki bersama Wildan di GBST, RS Dr Sardjito di Jl Kesehatan, Yogyakarta, Sabtu (31/12/2016).
Saat itu Wildan tengah menerima bantuan untuk pengobatan dan dana agar bisa melanjutkan pendidikannya dari Keluarga Alumni Gelanggang Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dan para donatur lainnya.
Menurut Basuki, meski masih ada beberapa alat yang menempel di bagian tubuh Syaqif, kondisinya sudah mulai sadar. Air susu ibu (ASI) milik ibunya yang tersimpan di rumah secepatnya akan diberikan kepadanya Syafiq.
"ASI yang tersimpan di rumah akan kami bawa ke sini, semoga bisa membantu pulihnya kesehatan Dik Syaqif," tutur Basuki yang tampak menahan rasa sedih.
Basuki mengatakan pihaknya menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua donatur yang bersedia memberikan bantuan selama ini.
Dana bantuan tersebut diiharapkan bisa membantu untuk pembiayaan selama perawatan dan melanjutkan pendidikan kedua keponakannya yang saat ini menjadi yatim piatu.
"Kita semua mendoakan agar diberikan kekuatan sehingga sehat kembali dan supaya dibukakan pintu mukjizat dari Allah. Bantuan ini sungguh bermanfaat bagi kami," kata Basuki yang berbicara di hadapan Wildan.
Rahman Hidajat, Arif Nurcahyo dan dr Hadianto Ismangoen, SpA yang saat itu menyerahkan bantuan mewakili para donatur terpanggil untuk membantu agar kedua anak yatim piatu itu bisa melanjutkan kehidupan dan pendidikannya.
Pembiayaan pengobatan Syaqif sudah ditanggung oleh Jasa Raharja dan BPJS yang jumlahnya tidak sedikit. Selain itu masih ada yang perlu dipikirkan ke depan keduanya.
"Masa depan Wildan dan adiknya itu masih panjang kebutuhan. Ada banyak kebutuhan yang diperlukan. Kami berharap semoga keduanya diberikan semangat dan ketabahan," kata Rahman.
(bgs/fdn)












































Foto: Bagus Kurniawan/detikcom