Ada 460 Kasus Pencurian Motor Selama Tahun 2016 di Bandung

Ada 460 Kasus Pencurian Motor Selama Tahun 2016 di Bandung

Baban Gandapurnama - detikNews
Sabtu, 31 Des 2016 17:37 WIB
Ada 460 Kasus Pencurian Motor Selama Tahun 2016 di Bandung
Foto: Edi Wahyono
Bandung - Sepanjang tahun 2016, kejahatan pencurian sepeda motor di Kota Bandung menempati posisi kedua setelah kasus penipuan. Motor jenis apa yang jadi 'primadona' diincar pencuri?

Kapolrestabes Bandung Kombes Hendro Pandowo menyebutkan secara keseluruhan angka curanmor pada 2016 ini turun dari tahun sebelumnya.

"Pada 2015 tercatat 764 kasus curanmor roda dua, untuk 2016 sebanyak 460 kasus. Jadi ada penurunan 39 persen. Curanmor roda dua ini tertinggi dibandingkan kasus kejahatan lainnya," kata Hendro di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (31/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hendro, para pelaku curanmor beraksi di sejumlah tempat antara lain permukiman, jalan umum, dan area parkir. Modus operandinya beragam.

"Ada modus pepet rampas, menggunakan kunci palsu atau membobol pakai kunci leter T," ujar Hendro.

Dari 460 kasus curanmor roda dua, polisi sudah berhasil mengungkap 89 kasus dengan jumlah tersangka sebanyak 92 orang.

"Motor yang sering dicuri itu jenis matic. Jadi motor matic jadi primadona bagi pelaku. Ya karena gampang dijualnya. Kalau pencurian motor berkopling dan motor bebek tidak terlalu banyak kasusnya," tutur Hendro menambahkan.

Untuk kasus curanmor roda empat, Hendro mengatakan jumlah kasusnya menurun yaitu 87 kasus pada 2015 menjadi 51 kasus pada 2016.

Hendro memaparkan, selama tahun 2016 tren aneka kejahatan di Kota Bandung secara keseluruhan mengalami penurunan dibandingkan 2015. Pada tahun 2015 sebanyak 4.135 kasus menjadi 3.792 kasus pada 2016.

Jenis kasus kejahatan di antaranya meliputi curanmor, curat, curas, penganiayaan, pembunuhan, penipuan, dan perjudian. Kasus penipuan bercokol di urutan pertama yaitu 833 kasus pada 2016 atau mengalami kenaikan dari 2015 sebanyak 792 kasus.

"Jumlah 3.792 kasus kejahatan tahun ini yang sudah diselesaikan tercatat 1.432 kasus. Perlu kerja keras jajaran serse untuk menyelesaikan sisanya," kata Hendro. (bbn/fdn)


Berita Terkait