"Prinsipnya sekarang ini semua infrastruktur semua harus akomodir kepentingan disabilitas ya," ujar Yusmada saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (31/12/2016).
Eskalator sudah disiapkan untuk lansia dan ibu hamil. Bagi penyandang disabilitas, Pemprov DKI punya ancang-ancang untuk melengkapi koridor 13 dengan lift.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca Juga: Aktivis Disabilitas Minta Dilibatkan dalam Pembangunan Halte TransJ
Foto: Dok. Pemprov DKI JakartaDesain eskalator di koridor 13 TransJakarta |
Yusmada mengatakan terkait lift khusus untuk pengguna kursi roda diupayakan bekerja sama dengan perusahaan properti di sepanjang koridor 13. Dengan demikian, operasional dan perawatan akan menjadi tanggung jawab dari perusahaan properti.
"Nah itu kita lagi coba berupaya dengan bekerja sama beberapa properti di sepanjang itu, sehingga bisa seperti itu seperti model halte TransJ di The Capitol. Dia yang membangun, dia yang memelihara seperti itu. Jadi bersabar lah. Yang jelas Pemprov memikirkan kemudahan bahkan keberpihakan disabilitas, karena itu sudah ada UU terbaru UU No 8 tahun 2016," ungkap Yusmada.
Baca Juga: Ini Penampakan Halte TransJ Ciledug-Tendean yang Dikritisi
Sebelumnya, halte TransJakarta Koridor 13 Ciledug-Tendean dinilai tak ramah pengguna. Letak halte yang terlalu tinggi dan tangga yang terlalu curam dinilai jadi titik masalahnya.
Halte tersebut mendapatkan sorotan dari Pegiat Tata Kota, Elisa Sutanudjaja. Menurutnya, halte yang berlokasi dekat dengan Kejaksaan Agung tersebut tak ramah pejalan kaki, bahkan bagi penyandang disabilitas.
"Ini aduh 'speechless' ngomentarinya. Saya dari tahun 2014 yang ngomentari ini. Dulu Cipulir lebih tinggi lagi tapi belum lihat," kata Elisa saat bertemu detikcom di lokasi, Kamis (29/12). (edo/imk)












































Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta