Ketua umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan agenda yang pertama adalah membangun potensi kemajemukan menjadi potensi bangsa. Perbedaan yang ada di bangsa ini tidak perlu dipertentangkan tapi juga jangan disama-samakan. Harus dibangun relasi antar komponen bangsa untuk saling menghormati, menghargai, tetapi juga saling mengakui hak masing-masing.
"Dan dari situlah kita bisa membangun Indonesia. Itu PR bagaimana pemerintah menjadi fasilitator bagi ikhtiar merekat kemajemukan bangsa,"kata ketua umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir pada pelantikan dan serah jabatan rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) di kampus terpadu UMY, Sabtu(31/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, agenda ketika adalah untuk menyelesaikan persoalan kesenjangan sosial di masyarakat. Karena jika tidak diselesaikan maka dapat menimbulkan keresahan dan konflik. Pemerintah harus serius menyelesaikan kesenjangan sosial melalui pembangunan ekonomi yang berkeadilan sosial di mana masyarakat yang tidak beruntung harus di advokasi oleh negara.
Sementara agenda-agenda rutin yang harus terus dilanjutkan antara lain pemberantasan korupsi, menciptakan pemerintahan yang bersih dan pengelolaan sumber daya alam yang lebih baik.
Muhammadiyah mengimbau seluruh warga untuk memanfaatkan akhir tahun ini dengan refleksi diri. Dan memasuki tahun baru menjadi bangsa yang cerdas dan bekerja keras sebagai modal untuk maju.
"Jangan hura-hura, karena hanya makan waktu dan boros. Itu harus dihindari," katanya.
(imk/imk)











































