Ucok menjadi sopir angkot K11 jurusan Terminal Bekasi-Bantar Gebang. Dia menjadi sopir angkot setengah tahun silam.
Foto: Haris Fadhil/detikcomUcok disebut-sebut bekerja sebagai sopir angkot K11 sejak 6 bulan silam. |
"Kalau si Ramlan Butarbutar itu saya enggak tahu, enggak kenal. Tapi kalau yang dibilang di koran, si Ucok itu ya saya tahu. Dia itu sopir sini," kata salah satu sopir angkot yang enggan disebutkan namanya di pangkalan angkot K11, Jalan Raya Narogong km 10, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (31/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Haris Fadhil/detikcomUcok sopir batangan dan menarik angkot pada pagi hari. Ucok juga masih terlihat menarik angkot Senin 26 Desember. |
"Kalau Ucok iya sopir sini. Dia biasanya pagi narik itu. Awalnya sopir tembak, tapi kalau enggak salah sekarang udah batangan (membawa mobil milik orang lain secara tetap) dia. Sebelum kedengaran ditangkap itu ya masih jumpa Senin kemarin kalau enggak salah," ungkap pria tersebut.
Ia mengaku prihatin dengan penangkapan Ucok. "Ya kasihan juga karena itu kan Senin dia masih narik. Mungkin abis ngerampok itu si Ramlan datang sama kawannya ke rumah si Ucok ya kena juga akhirnya dia," ujar pria tersebut lirih.
Mada, salah seorang pengurus angkot K11 juga membenarkan bahwa Ucok adalah sopir di trayek itu. Namun ia mengaku tidak begitu akrab dengan Ucok. "Iya sopir sini. Kalau enggak salah udah setahun lebih gitulah. Biasanya dia ya pas narik aja pagi ke sini. Enggak ada nongkrong-nongkrong, ya jumpanya istilahnya jumpa-jumpa di jalan lah," cerita Mada.
Dari hasil pemeriksaan sementara polisi, Ucok mengaku hanya menyembunyikan kakaknya dan Erwin Situmorang. Ramlan dan Erwin ditangkap di sebuah kontrakan di kawasan Rawalumbu, Bekasi, pada Rabu 28 Desember 2016. (aan/tor)












































Foto: Haris Fadhil/detikcom
Foto: Haris Fadhil/detikcom