Jenguk Korban Tragedi Pulomas, Boy Rafli: Anet Luar Biasa

Jenguk Korban Tragedi Pulomas, Boy Rafli: Anet Luar Biasa

Galang Aji Putro - detikNews
Sabtu, 31 Des 2016 14:19 WIB
Jenguk Korban Tragedi Pulomas, Boy Rafli: Anet Luar Biasa
Irjen Boy Rafli saat menjenguk Anet (dok. Kemdikbud)
Jakarta - Lima pasien korban perampokan Pulomas hingga saat ini masih mendapatkan penanganan di RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur. Kadiv Humas Polri Boy Rafli Amar bersama Mensos Khofifah Indar Parawansa dan Mendikbud Muhadjir Effendi menjenguk para pasien.

Boy Rafli mengatakan semua pasien sudah dalam keadaan baik. Upaya tim dokter kepada pasien menunjukkan hasil yang bagus.

"Tinggal dikit lagi dilakukan recovery. Menurut dokter, semuanya dalam keadaan positif. Progress juga bagus," ucap Boy menanggapi pertanyaan wartawan soal kondisi para pasien di RS Kartika Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (31/12/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boy yang sempat bercakap-cakap dengan pengasuh Zanette Kailila Azalia (Anet) menuturkan putri Ir Dodi itu masih mengalami batuk-batuk. Menurutnya, Anet juga sudah memiliki keinginan untuk kembali bersekolah. Sementara pasien lain sudah bisa diajak berkomunikasi.

"Dari pihak pengasuh Anet tadi, paling hanya masih batuk berdahak saja. Yang lainnya saya ajak bercakap-cakap, normal bagus. Kita beri motivasi, Anet sangat luar biasa, sangat berkeinginan untuk segera bersekolah," Boy menceritakan.

Anet adalah putri kedua Ir Dodi Triono dari istri keduanya. Ayah dan dua saudarinya tewas dibunuh perampok.

Dia menambahkan, motivasi kepada pasien sangatlah penting. Hal itu bertujuan agar para pasien segera pulih dan dapat dimintai keterangan untuk membantu proses hukum.

"Kita beri motivasi, itu yang terpenting, agar dapat mengambil hikmahnya. Kita berikan semangat. Sesuai yang kita harapkan, lambat laun mereka akan dimintai keterangan dalam proses penegakan hukum. Mereka adalah saksi yang sangat penting untuk membawa kasus ini ke sidang peradilan," imbuhnya.

Sementara itu, pihak rumah sakit belum memberi izin kepada kepolisian untuk mengambil keterangan dari para pasien. Boy akan menunggu kondisi para pasien sudah dalam keadaan sehat untuk meminta keterangan.

"Belum diizinkan, jadi nanti setelah 100% tuntas kesehatan, baru dalam konteks pengambilan keterangan yang sifatnya seperti berita acara. Kalau sekarang, prioritas adalah memulihkan kesehatan," pungkasnya. (tor/tor)


Berita Terkait