Dalam kunjungannya ke Surabaya, Menhub meninjau Bandara Juanda, Stasiun Gubeng, dan Terminal Bus Purabaya. "Kami datang ke Surabaya untuk memastikan angkutan Natal dan Tahun Baru berjalan baik dan lancar," kata Budi Karya dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (30/12/2016).
Dalam kunjungannya di Surabaya, Menhub meminta pihak bandara, stasiun dan terminal di semua Indonesia untuk bersiap mengantisipasi lonjakan penumpang yang kemungkinan terjadi saat libur panjang pergantian tahun. Menhub berharap agar keamanan dan keselamatan di stasiun, bandara dan terminal untuk ditingkatkan. Caranya dengan berkoordinasi dengan TNI, polisi dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan itu, Budi Karya mengimbau agar ada mekanisme untuk mengatur kepadatan di semua fasilitas transportasi, mekanisme tersebut baik untuk kendaraan maupun penumpang. Budi Karya mengatakan yang paling sulit adalah mengatur kepadatan di jalan raya. Untuk itu, Menhub mengimbau di jalan-jalan yang diprediksi akan terjadi penumpukan kendaraan diberlakukan sistem buka tutup dan memberikan informasi jalur alternatif bila kemacetan sudah mengular.
Sementara, terkait pengaturan volume penumpang kapal di wilayah timur Indonesia, Menhub mengatakan dirinya telah meminta kepada Shipper untuk lebih konservatif membatasi penumpang sesuai kapasitasnya. Bahkan untuk lebih memastikan pelayanan berjalan baik, Menhub telah menugaskan jajarannya di Kemenhub untuk memantau langsung kondisi di beberapa wilayah di Indonesia.
"Saya sudah menugaskan eselon 1 dan 2 keliling Indonesia. Ada yang ke Sorong, Manado, Makassar, NTT, Medan, dan sebagainya," tutupnya. (bis/bag)











































