Sekretaris timses Ahok-Djarot, TB Ace Hasan Syadzily, mengatakan pasangan nomor urut 2 itu berkampanye bukan hanya untuk bertemu dengan warga saja. Wilayah yang menjadi lokasi blusukan Ahok-Djarot adalah yang dinilai masih memiliki sejumlah masalah.
"Ahok-Djarot punya cara sendiri. Pola (kampanye) kita buat hampir semua tempat yang didatangi Pak Ahok itu adalah tempat yang punya 'masalah' yang belum diselesaikan oleh Pak Ahok. Misal kita datang ke daerah yang masih ada potensi banjir. Pak Ahok datang untuk memastikan dan melihat sendiri apa solusi yang bisa dipakai," jelas Ace saat dihubungi detikcom, Jumat (30/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan konsep blusukan yang dilakukan oleh Ahok-Djarot telah dilakukan sebelumnya pada Pilgub DKI 2012. Yakni saat pasangan Jokowi-Ahok mencalonkan diri sebagai cagub-cawagub DKI.
"Konsep blusukan sendiri kan sebetulnya konsep yang dipakai oleh Jokowi-Ahok di Pilgub DKI 2012. Kami saat ini mendatangi tempat yang buat kami sebagai petahana memastikan daerah itu memang masih banyak masalah," ujar Ace.
Baca Juga: Timses Anies Merasa Dicontek, Kubu Agus: Justru Kami yang Ditiru
Sebelumnya, salah satu anggota timses Anies-Sandi, Syarif berujar bahwa pola kampanyenya ditiru oleh pesaing. Hal itu telah dilakukan sekitar 1 bulan terakhir.
"Saya perhatiin yang empat minggu terakhir blue print (konsep) kita dicontek," kata Sekretaris Tim Pemenangan Anies-Sandi, Syarif, di posko pemenangan, Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/12). (nkn/imk)











































