Dinamika Pilgub DKI 2017

Kemiskinan di Jakarta Sudah Ekstrem, Anies: Pendidikan Solusinya

Erwin Dariyanto - detikNews
Jumat, 30 Des 2016 18:19 WIB
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan hampir semua negara berkembang menghadapi masalah kemiskinan. Di negara kepulauan seperti Indonesia, kemiskinan bisa dilihat di pulau-pulau terluar dengan ciri-ciri ketiadaan listrik dan sinyal alat komunikasi.

Namun di Jakarta, kata Anies, kemiskinan tampak begitu ekstrem dan mudah terlihat dari balik gedung-gedung pencakar langit yang megah. Kemiskinan di Jakarta bukan sekadar miskin harta, tapi juga papa udara segar dan ketimpangan yang luar biasa.

"Selama berkeliling Jakarta, saya melihat kemiskinan (di batas terluar Indonesia) yang tidak ada apa apanya dibandingkan di sini (Jakarta)," kata Anies dalam kunjungannya di forum Majelis Taklim Al-Hikmah di Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (30/12/2016).

Menurut Anies, kemiskinan di Jakarta adalah kemiskinan dalam kesendirian, polusi, keputusasaan, dan ketimpangan yang luar biasa.

"Kemiskinan dengan kekayaan ekstrem yang dekat dengan tempat tinggal mereka," imbuh Anies.

Hal ini berbeda dengan kemiskinan di titik terluar Indonesia, di mana kemiskinan dengan udara segar, sumber daya alam yang melimpah, dan suasana kekeluargaan.

"Kemiskinan di Kota Jakarta lintas generasi. Yang makmur semakin makmur, yang miskin semakin miskin. Dan yang menjadi pembeda adalah pendidikannya," kata cagub DKI nomor urut 3 itu.

Karena itulah, sambung Anies, pendidikan menjadi kunci untuk memberantas kemiskinan ekstrem di Jakarta. "Kami akan fokus ke pendidikan sebagai solusi jangka panjang. Selain itu, madrasah dan sekolah umum tidak akan dibedakan. Kita akan majukan semuanya, tingkatkan mutu sekolahnya, tingkatkan kualitas gurunya. Dengan itu, kemiskinan ekstrem di Jakarta akan bisa kita selesaikan," kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

(erd/imk)