Penyaringan, kata Heru, dilakukan sejak kendaraan dari arah Jakarta memasuki Tol Cikampek Km 66. Di lokasi tersebut, kendaraan golongan dua hingga lima diarahkan lurus ke Tol Cipali. Sementara golongan satu dan bus umum diperbolehkan belok ke Tol Purbaleunyi.
"Nantinya khusus bus tetap harus mengalami pengalihan dan keluar di GT Sadang atau GT Jatiluhur. Sementara kendaraan kecil atau golongan satu tetap normal," beber Heru saat ditemui di lokasi perbaikan Jembatan Cisomang, Jumat (30/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kendaraan yang dari Bandung, semua golongan, dua hingga lima, tetap dialihkan keluar ke GT Padalarang dan GT Cikamuning," ucapnya.
Heru mengungkapkan, penyaringan tersebut bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak hari pertama diberlakukan pengalihan, ruas arteri Purwakarta yang menjadi 'pembuangan' utama mengalami kepadatan, bahkan di beberapa titik terjadi kemacetan.
Hal tersebut lantaran kondisi jalan arteri, yang merupakan jalan nasional, memiliki medan yang berkelok dan menanjak. "Sehingga terjadi antrean yang cukup panjang. Dan dari hasil rapat koordinasi lintas sektor diputuskan adanya penyaringan itu," katanya.
Untuk memperlancar pengalihan tersebut, pihak PT Jasa Marga membuka seluruh gerbang tol keluar. Bahkan gerbang tol yang semula hanya melayani GTO kini difungsikan secara manual dalam kurun waktu yang situasional.
Seperti diketahui, sejak Jumat, 23 Desember 2016, Jembatan Cisomang di Tol Purbaleunyi mengalami perbaikan. Sehingga hanya bisa dilalui oleh kendaraan kecil atau golongan satu. Sementara golongan dua hingga lima untuk sementara dilarang melintas dan dialihkan ke jalan arteri. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung hingga tiga bulan ke depan.
(rvk/rvk)










































