AS Khawatir Filipina Selatan Bisa Jadi Afghan Berikutnya

AS Khawatir Filipina Selatan Bisa Jadi Afghan Berikutnya

- detikNews
Senin, 11 Apr 2005 11:52 WIB
Jakarta - Pemerintah Amerika Serikat menyatakan khawatir akan aktivitas pelatihan militan di Mindanao, Filipina Selatan. Dikhawatirkan bahwa wilayah yang menjadi basis kelompok pemberontak itu, bisa menjadi "Afghanistan berikutnya".Demikian disampaikan seorang pejabat tinggi Kedutaan Besar (Kedubes) AS di Manila, Filipina seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (11/4/2005).Joseph Mussomeli, pejabat nomor dua di Kedubes AS itu mendesak sekutu-sekutu Filipina di Asia Tenggara untuk berupaya lebih keras guna menghentikan arus masuk rekrutmen militan ke Mindanao. "Kelompok-kelompok ini berlatih dalam perakitan bom di Mindanao dan sebenarnya telah melakukan usaha-usaha pengeboman di negara ini," kata Mussomeli."Secara pribadi, saya prihatin bahwa kita kurang memikirkan hal itu. Saya pikir bahaya rilnya di sini, dan bahaya yang telah ada sejak pertengahan tahun 1990-an adalah bahwa kita kurang fokus akan ancaman di sini," ujar Mussomeli dalam wawancara dengan stasiun televisi Australia, SBS.Ditegaskan Mussomeli, pemerintah Washington punya informasi "kuat" bahwa kamp-kamp militan MILF yang diyakini memberikan pelatihan kepada anggota Jemaah Islamiyah (JI), masih ada dan aktif di Mindanao. Namun diplomat AS itu menolak menjelaskan lebih jauh."Ancaman itu tetap ada dan sejujurnya, dalam beberapa hal, itu berkembang. Jumlah JI yang ada di sana, hubungan antara JI dan faksi-faksi MILF serta Abu Sayyaf bahkan mungkin terus meningkat," imbuhnya. (ita/)


Berita Terkait