Data BMKG setelah pemutakhiran menyebutkan gempa tersebut berkekuatan 6,2 skala Richter (SR), yang sebelumnya disebut 6,6 SR. Kemudian, BMKG menyebut ada gempa susulan berkekuatan 4,4 SR sebanyak satu kali setelah gempa tersebut.
"Hasil monitoring BMKG selama 1 jam pasca terjadinya gempa bumi, baru terjadi satu kali gempa bumi susulan dengan kekuatan M=4,4. BMKG akan terus melakukan monitoring perkembangan aktivitas gempa bumi susulan dan hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat. Untuk itu, kepada masyarakat pesisir di NTB dan NTT diimbau agar tetap tenang," ujar Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Mochammad Riyadi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Jumat (30/12/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gempa yang terjadi pada pukul 05.30 WIB pagi tadi itu berdampak kerusakan ringan di lokasi yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, seperti Sumba bagian barat dan utara, serta daerah Bima bagian selatan. Efek gempa ini terasa hingga Pulau Lombok.
"Berdasarkan peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi dapat berdampak kerusakan ringan (skala intensitas II-III SIG BMKG yang setara dengan V-VI MMI) di daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, seperti Sumba bagian barat dan utara, serta daerah Bima bagian selatan. Selain itu, gempa bumi ini dirasakan meluas di wilayah lain dengan intensitas lebih kecil antara II SIG BMKG atau III MMI di Lombok, Sumbawa Barat, Sumba Timur, Ende, dan Maumere," ujar Riyadi.
Foto: www.bmkg.go.idBMKG Shakemap Sumbawa Region |
Gempa bumi ini merupakan gempa bumi berkedalaman menengah yang terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
"Dalam hal ini lempeng Indo-Australia menyusup ke bawah lempeng Eurasia dengan laju 67 mm/tahun. Proses subduksi ini memicu deformasi batuan pada slab lempeng Indo-Australia di Zona Benioff pada kedalaman 98 km di bawah cekungan Lombok (Lombok basin) bagian timur laut. Berdasarkan hasil pemodelan tsunami dan analisis yang dilakukan oleh BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," pungkasnya. (dkp/dhn)












































Foto: www.bmkg.go.id