Aktivis Disabilitas Minta Dilibatkan dalam Pembangunan Halte TransJ

Aktivis Disabilitas Minta Dilibatkan dalam Pembangunan Halte TransJ

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 30 Des 2016 09:09 WIB
Aktivis Disabilitas Minta Dilibatkan dalam Pembangunan Halte TransJ
Halte TransJ ruas jalan layang Tendean-Ciledug (Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)
Jakarta - Halte Transjakarta Koridor 13 Ciledug-Tendean dinilai tak ramah pejalan kaki dan penyandang disabilitas. Koordinator Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Ghufron Sakaril, mengatakan perlunya keterlibatan kaum disabilitas dalam proses pengerjaan.

"Sebaiknya sih harus melibatkan kaum disabilitas, istilahnya test drive dulu. kalau pakai kursi roda seperti apa, apakah lebih mudah. Tetapi harus dipenuhi standarnya dulu, karena kalau melibatkan penyandang dan penyandang tidak tahu ya tidak mengerti juga," ujar Ghufron saat dihubungi detikcom, Kamis (29/12/2016).

"Karena kan mereka juga berbeda-beda kebutuhannya. Istilahnya desain universal atau sebuah bangunan atau produk yang didesain untuk semua bisa, kalau penyandang disabilitas bisa, maka yang lainnya juga bisa," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghufron mengatakan sudah ada standardisasi yang ada dalam pembangunan fasilitas umum. "Sudah ada di PU seharusnya sudah tahu mereka. Jadi kelandaian, tinggi, kemiringan, itu sudah ada semua. Hanya saja, pelaksanaannya kadang-kadang tidak sesuai," tuturnya.

Ghufron menyarankan halte tersebut perlu diaudit. Salah satu audit tersebut apakah halte itu dapat digunakan penyandang disabilitas.

"Perlu diaudit bangunan ya aksesnya untuk penyandang disabilitas. Kalau tidak sesuai harus diubah," imbuh Ghufron.

Sebelumnya, halte TransJakarta Koridor 13 Ciledug-Tendean dinilai tak ramah pengguna. Letak halte yang terlalu tinggi dan tangga yang terlalu curam dinilai jadi titik masalahnya.

Halte tersebut mendapatkan sorotan dari Pegiat Tata Kota, Elisa Sutanudjaja. Menurutnya, halte yang berlokasi dekat dengan Kejaksaan Agung tersebut tak ramah pejalan kaki, bahkan bagi penyandang disabilitas.

"Ini aduh 'speechless' ngomentarinya. Saya dari tahun 2014 yang ngomentari ini. Dulu Cipulir lebih tinggi lagi tapi belum lihat," kata Elisa saat bertemu detikcom di lokasi, Kamis (29/12). (dkp/dhn)


Berita Terkait