Korban Perampokan di Pulomas Diperkirakan Meninggal Selasa Pagi

Korban Perampokan di Pulomas Diperkirakan Meninggal Selasa Pagi

Mei Amelia R - detikNews
Kamis, 29 Des 2016 21:30 WIB
Korban Perampokan di Pulomas Diperkirakan Meninggal Selasa Pagi
Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan (Foto: Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan menegaskan delapan perempuan korban perampokan di Pulomas, Jaktim, tidak mengalami kekerasan seksual. Baik korban tewas, maupun korban selamat, tidak ada yang diperkosa.

"Pemerkosaan tidak ada. Makanya kita perintahkan kepada penyidik atau Polres harus melakukan autopsi," jelas Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).

Dari 11 yang disekap pelaku perampokan, ada 6 orang yang tewas. Hasil autopsi menunjukkan penyebab kematian para korban tewas karena kekurangan oksigen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semua jenazah sudah diautopsi, jadi tidak ada lagi yang tanya-tanya, karena hasil autopsi jelas kematian para korban kurang oksigen dalam darah," lanjutnya.

Sementara waktu kematian keenam korban tewas diperkirakan pada Selasa (26/12) pagi. "(Waktu) kematian itu diindikasikn jam 6 pagi sampai pukul 08.00 WIB," lanjut dia.

"Jadi dari jam 14.30 tanggal 26 Desember korban masuk ruangan (toilet), yang meninggal 6 orang kira-kira dari jam 06.00-08.00 WIB. Autopsinya menunjukkan semua hasilnya kekurangan oksigen dalam darah," sambung Iriawan.

Belum diketahui korban penyekapan sadis yang meninggal lebih dulu. "Mungkin nanti analisa kedokteran akan disampaikan. Yang jelas analisa kesimpulan kematian dari jam 06.00-08.00 WIB," katanya.

Iriawan menyebut 5 korban selamat merupakan mukjizat. Karena dengan ruangan sempit yang diisi 11 orang tanpa sirkulasi udara yang cukup, membuat kemungkinan orang dapat bertahan dalam waktu lama sangat kecil.

"Kita juga secara kasat mata sudah bisa menganalisa di mana ruangan 2x1 meter, kemudian tanpa ventilsi udara diisi 11 orang. Saya pikir ini mukjizat juga yang sisa 5 orang tidak meninggal itu ruangan cukup kecil sekali, 18 jam disekap, hanya 6 yang meninggal," ujar Iriawan.

Perampokan ini dilakukan komplotan Ramlan Butarbutar, Erwin Situmorang, Alfin B Sinaga dan Pius Pane. Ramlan tewas karena luka tembak di bagian kaki akibat melawan saat akan ditangkap di Bekasi, Rabu (28/12).

Sedangkan Erwin dan Alfin yang ditangkap di lokasi berbeda juga ditembak kakinya saat penyergapan. Saat ini polisi mengejar Pius Pane yang sudah ditetapkan sebagai buronan.

Akibat penyekapan pada Senin (26/12), ada 6 orang tewas, yakni Dodi Triono (59), Diona Arika Andra Putri (16), Dianita Gemma Dzalfayla (9), Amalia Calista alias Amel (teman anak korban), Sugiyanto alias Yanto (sopir), dan Tarso (40) (sopir).

Lima orang korban lainnya selamat dan dirawat di RS Kartika Pulomas. Kelimanya adalah Emi (41), Zanette Kalila Azaria (13), Santi (22), Fitriani (23), dan Windy (23). (mei/fdn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini