"Ada tidak yang mengarahkan, kita mendalami, tapi analisa sementara itu--kita jangan lakukan asumsi atau berandai-andai--tidak boleh, apalagi dikaitkan keluarga dan sebagainya, kita harus fakta nanti," ujar Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (29/12/2016).
Polisi dipastikan Iriawan mendalami dugaan motif lain dari perampokan yang terjadi pada Senin (26/12) dengan melakukan pemeriksaan para tersangka. Polisi akan mendalami keterangan tersangka Erwin Situmorang dan Alfi Bernius Sinaga, soal alasan mengapa ke-11 korban dimasukkan ke toilet yang sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bisa juga alasannya karena naik tangganya takutnya kabur dan sebagainya, tapi akan diperdalam," lanjut Iriawan.
Dari keterangan sementara Erwin, dia mengaku menyekap para korban di toilet karena tempatnya lebih dekat. "Dia bilang yang deket saja, kenapa tidak di atas, kata dia naik tangga, tapi kami perdalam lagi," terang Iriawan.
Selain Erwin dan Alfin, polisi juga menangkap Ramlan Butarbutar di Rawalumbu, Bekasi pada Rabu (28/12). Namun Ramlan tewas karena peluru yang ditembakkan polisi mengenai pembuluh darah di bagian kaki. Ramlan ditembak karena melakukan perlawanan saat penangkapan. (mei/fdn)










































