Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyebut sebagian besar gedung olahraga untuk perhelatan PON 2012 dibangun di sekitar kampus. Di Pekanbaru, venue dibangun di kampus Universitas Islam Riau, Universitas Riau, dan Universitas Lancang Kuning.
Tidak hanya aset arena olahraga, penyerahan aset juga dilakukan untuk wisma atlet. Wisma atlet yang berada di area kampus akan diserahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan diserahkannya kewenangan pengelolaan, pihak kampus bertanggung jawab melakukan perawatan.
"Venue itu bisa dimanfaatkan untuk sarana olahraga atau event yang dikelola pihak kampus, semuanya akan menjadi tanggung jawab pihak kampus," ujarnya.
Hal yang sama berlaku untuk aset wisma atlet yang diserahkan pengelolaannya ke kampus. Biaya rutin perawatan, tagihan listrik, dan sewa kamarnya langsung dikelola pihak kampus.
"Ini kita lakukan agar pengelolaan sejumlah venue di area kampus akan lebih mudah terkontrol pihak kampus sendiri. Dengan demikian, ini juga mengurangi beban anggaran pemerintah daerah," sebutnya.
Sedangkan status bangunan sarana olahraga lainnya akan dikaji Pemprov Riau. Ada kemungkinan arena olahraga di luar kampus akan dikelola pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau atau dikelola pihak ketiga.
"Ini harus segera kita dudukkan agar aset venue yang ada tidak sia-sia. Kita harus merawatnya agar tetap bisa dimanfaatkan masyarakat untuk tempat berolahraga," tutur Andi.
(cha/fdn)










































