DetikNews
Kamis 29 Desember 2016, 14:07 WIB

Kaleidoskop 2016

Kontroversi Kemenangan Trump di Pilpres AS

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kontroversi Kemenangan Trump di Pilpres AS Foto: Getty Images
Jakarta - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) selalu menyita perhatian dunia. Terlebih ketika pemenang Pilpres AS tahun ini adalah seorang tokoh yang kontroversial.

Donald Trump terpilih sebagai Presiden AS melalui Partai Republik pada Selasa (8/11/2016). Dia meraih 276 electoral vote, mengalahkan capres Partai Demokrat Hillary Clinton, yang meraih 218 electoral vote.

Kemenangan Trump ini di luar prediksi berbagai jajak pendapat yang dilakukan di AS. Terlebih karena Trump selalu melontarkan pernyataan yang kontroversial.

"Saya berjanji kepada semua warga negara di tanah air kita bahwa saya akan menjadi presiden bagi semua warga Amerika," ungkap Trump pada pidato kemenangannya seperti dilansir AFP.

Kemenangan Trump turut berpengaruh pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). IHSG sampai anjlok 1,65% meski pemilihan saat itu belum usai dan Trump sudah unggul.

(Baca juga: Netizen Indonesia Berkicau: 'Kalo Trump' Jadi Presiden...)

Kontroversi Trump adalah ketika melontarkan pernyataan-pernyataan terkait umat Islam. Dia pernah menyatakan akan melarang imigran muslim masuk AS jika terpilih jadi presiden. Namun kemudian dia berkata tak akan melarang Wali Kota London Sadiq Khan, yang memang beragama Islam, untuk berkunjung ke AS.

Selain pernyataan soal muslim, Trump sempat didera isu pelecehan seksual. Trump juga pernah memberi pernyataan yang dianggap melecehkan perempuan.

Kata-katanya itu terekam dalam video wawancara yang diunggah Washington Post. Trump terdengar berbicara tentang mencium dan mencoba berhubungan seks dengan seorang wanita yang telah menikah. Kepada presenter TV Billy Bush, Trump seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/10/2016) mengatakan, "Anda bisa melakukan apa saja pada wanita ketika Anda seorang bintang."

Dia kemudian dituntut meminta maaf. Tetapi Trump menilai tersebarnya video ini sebagai pengalihan isu.

"Siapa pun yang mengenal saya tahu bahwa kata-kata tersebut tidak mencerminkan siapa saya. Saya telah mengatakan itu. Saya salah dan saya minta maaf," tutur Trump seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (8/10/2016).

Pada saat bersamaan, Trump menyerang Bill Clinton--suami rivalnya, Hillary Clinton, sekaligus mantan Presiden AS--dengan mengatakan dia juga pernah melakukan pelecehan seksual. Selain menyerang Bill, Trump pun memakai skandal e-mail Hillary sebagai 'peluru' serangan.

(Baca juga: Terungkap! Pejabat Deplu AS Menekan FBI Terkait Email Hillary Clinton)

Dalam perjalanan Pilpres AS selama 2016, muncul pula ekspresi yang dilakukan oleh para seniman dengan membuat patung telanjang Donald Trump. Ada pula aktris Meryl Streep yang berdandan mirip Donald Trump.
Foto: Ilustrator Mindra Purnomo

(bag/fjp)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed