Tentu saja Paulina bukan mahasiswi sembarangan. Meski baru menginjak usia 19 tahun, gadis ini sukses menorehkan IPK 4 sempurna sejak semester I hingga VI.
Paulina mengikuti Program Jenesys 2016 (Japan East Asia Network of Ex Change for Student and Youths) pada 7β15 November 2016. Jenesys merupakan program pertukaran pemuda dari 10 negara ASEAN plus Timor Leste dan India. Setiap negara mengirimkan 10 perwakilan untuk belajar mengenai budaya Jepang dan saling mengenal budaya antarnegara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dok. President University |
Selain ber-IPK sempurna, mahasiswi semester VII Jurusan Banking and Finance President University, Jababeka, Cikarang, ini juga jago berbicara bahasa Inggris. Karena itulah, ia ditunjuk oleh kampusnya untuk mengikuti program Jenesys ke Jepang.
Saat berada di Jepang, gadis asal Jambi itu berkesempatan mengunjungi Museum Bom Atom Nagasaki. Dari situ, Paulina belajar tentang bangkit dari keterpurukan.
"Jepang dulu terpuruk akibat Perang Dunia II karena dibom atom. Tetapi mereka bisa bangkit berkat kedisiplinan," kata Paulina dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (29/12/2016). (nwy/ash)












































Foto: Dok. President University