Di Depan Tokoh Betawi, Anies Cerita Saat Dirinya Dicopot dari Kabinet Jokowi

Dinamika Pilgub DKI 2017

Di Depan Tokoh Betawi, Anies Cerita Saat Dirinya Dicopot dari Kabinet Jokowi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 29 Des 2016 12:28 WIB
Di Depan Tokoh Betawi, Anies Cerita Saat Dirinya Dicopot dari Kabinet Jokowi
Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersilaturahmi dengan beberapa tokoh Betawi. Saat memberikan sambutan, dia sempat bercerita tentang pemberhentian dirinya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies tiba di rumah KH Nuri Tohir di Jalan DI Pandjaitan Kav 25 Kebon Nanas, Jakarta Timur, Kamis (29/12/2016). Menggunakan kemeja putih dan peci hitam, dia kemudian memberi sambutan dalam acara Silaturahmi Forum Ulama Habaib Jakarta.

"Saya selesai bertugas di kementerian di bulan Juli. Allah Mahatahu. Saya melihat ini sebagai rencana Tuhan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Presiden, apresiasi, diberi kesempatan," katanya saat menyampaikan sambutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Depan Tokoh Betawi, Anies Cerita Saat Dirinya Dicopot dari Kabinet Jokowi Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom


Menerima tugas sebagai menteri dikatakannya bagaikan seorang prajurit yang diberi tugas. "Seperti seorang prajurit, diberi tugas kita berangkat, dipanggil pulang kita pulang," katanya.

Setelah Anies menyelesaikan tugas sebagai menteri, rencana Tuhan yang dimaksud Anies adalah pencalonan dirinya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Dia kemudian harus berdampingan dengan Sandiaga Salahuddin Uno, yang berlawanan kubu dengan Anies di Pilpres 2014.

"Saya adalah juru bicara Jokowi-JK pada Pilpres 2014. Dan kompetitornya Pak Prabowo, juru bicaranya adalah Sandiaga Uno," ujarnya.

Di Depan Tokoh Betawi, Anies Cerita Saat Dirinya Dicopot dari Kabinet Jokowi Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom


Bersatunya dirinya dengan Sandiaga pada Pilgub DKI, ujar Anies, membawa kepentingan negara. Berpolitik, menurut dia, beda dengan bernegara.

"Hari ini kita sedang bernegara, bukan berpolitik. Kalau berpolitik, yang dibawa kepentingan politik. Kalau bernegara, yang dipikirkan adalah kepentingan negara," sebutnya.

Cagub DKI Jakarta itu kembali menegaskan akan memimpin Jakarta dengan fokus pada manusia dan budayanya.

"Jadi lalu kita memulai, dan kami semua memberikan perhatian besar. Dan pemimpin Jakarta harus memiliki Jakarta, yang dipimpin adalah manusianya, budayanya, bukan benda matinya," tegasnya. (nvl/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads