Kemacetan tersebut membuat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi prihatin dan ingin meringankan beban para sopir truk yang terjebak macet. Hal ini lantaran Dedi pernah merasakan susahnya menjadi kenek angkutan umum semasa muda.
"Hari ini saya bersama para pejabat Pemkab Purwakarta dan partisipasi dari masyarakat membeli makanan untuk dibagikan pada para sopir yang terkena macet di Purwakarta," tutur Dedi saat membagikan makanan kepada para sopir di jalan arteri Purwakarta, Kamis (29/12).
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Sebagai kepala daerah, kata Dedi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak atas kemacetan yang terjadi akibat pengalihan arus ini. Namun dia mendorong masyarakat bahu-membahu memberikan rasa nyaman bagi para sopir, salah satunya dengan memberi makanan atau minuman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Disinggung apakah kegiatan Dedi sebagai bupati terganggu oleh adanya kemacetan, Dedi mengaku tidak terganggu. Pasalnya, sejak awal menjadi bupati pada 2008, dia sudah kerap naik sepeda untuk menemui warga atau menghadiri acara.
"Saya jamin pelayanan pemerintah tidak akan terganggu walaupun macet di mana-mana. Pegawai pasti bisa menyesuaikan diri untuk datang ke kantor lebih pagi dari biasanya," katanya.
Dari pantauan detikcom, Dedi membagikan makanan dalam kotak kecil kepada para sopir truk, bus, hingga angkutan lokal yang terjebak kemacetan di persimpangan Ciganea. Satu per satu sopir atau kenek mobil diberi bungkusan makanan tersebut.
Makanan yang terdiri dari aneka kue, lemper, lontong, dan air mineral itu diberikan secara cuma-cuma. Rencananya, kegiatan bagi-bagi tersebut akan berlanjut hingga masa pengalihan arus selesai.
"Hari ini jumlahnya 5 ribu bungkus makanan yang dibagikan. Pembagian makanan ini berlanjut sampai sudah tidak ada pengalihan arus. Karena kegiatan ini hasil partisipasi saya, pejabat Purwakarta, dan warga," ucap pria yang yang akrab disapa Kang Dedi itu.
Jembatan Cisomang bergeser 57 cm sejak Jumat (23/12). Perbaikan jembatan tersebut memakan waktu 3 bulan. Jasa Marga mengimbau pengguna jalan tujuan Bandung, selain menggunakan Jalan Tol Purbaleunyi, mencari jalur alternatif. Antara lain dari Jalan Tol Cipali (keluar di GT Subang) lewat jalur Ciater-Lembang-Bandung atau melalui Jalan Tol Jagorawi lewat jalur Puncak-Cianjur-Padalarang. (nwy/nwy)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom